Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik


Leave a comment

Polygami

Mumpung lagi hits gara-gara ustad yang pamer-pamer foto dengan 3 isteri, ikutan ah membahas soal Polygami.

Cara jitu beristeri dua

Anda bercita-cita punya isteri dua? Nah, kalau mau kawin lagi itu syaratnya harus minta ijin pada isteri pertama, tapi ketika anda lakukan itu yang ada bom panci bakal meledak hahaha… piring, gelas, wajan, panci bakal beterbangan mampir di jidat.

Beristeri dua dengan jalan selingkuh yang ada rumah tangga rusak berantakan. Tidak akan membawa kebahagiaan. Beristeri dua tapi tetap harmonis dengan kedua isteri itu tidak mudah. Harus digunakan strategi. Mungkin perlu di coba strategi ini.

Yang pertama harus anda lakukan bukan mencari selingkuhan terus minta ijin isteri pertama menikahi selingkuhan. Bukan begitu caranya. Itu tidak beretika. Lupakan cara itu, jangan cari wanitanya dulu tapi kondisikan dulu lingkungan di sekitar isteri pertama anda. Pertama yang anda lakukan adalah menemui mertua anda, atau orang tua dari isteri pertama. Karena dulu anda yang melamar dan meminta anak wanitanya untuk anda peristeri. Harus anda ingat-ingat dulu pernah janji apa waktu meminang isteri. Jangan-jangan anda pernah janji dengan mertua kalau anda tidak akan menduakan isteri. Jangan sampai anda melanggar janji yang pernah anda buat dahulu. Bicarakan dengan mertua kalau anda berniat menikah lagi. Hahaha berani nggak tuh?? tapi kalau anda yakin sebenarnya segalak-galak mertua itu lebih terbuka dengan ide kawin lagi. Dan kalau isteri anda purik karena ide kawin lagi ini toh nantinya pertama yang dia lakukan akan pergi ke ortunya.

Kalau sudah dapat restu dari mertua, selanjutnya yang perlu didekati adalah anak-anak anda dari perkawinan pertama. Anak-anak pasti resah karena kalau bapaknya kawin lagi kesejahteraan mereka bakal terganggu. Tentunya tidak adil terhadap anak-anak jika gara-gara punya isteri dua kehidupan anak-anak anda yang belum dewasa dan belum mampu berdikari jadi terganggu.

Nah setelah melalui filter-filter itu dan sampai pada kesimpulan anda memang layak untuk menikah lagi alias dapat SIM L, dijamin isteri pertama meski cemberut dan mungkin ada sedikit drama tapi bakal agak melunak ketika anda mintai ijin. Kalau proses tersebut sudah anda lalui barulah dicari wanita kedua yang akan anda nikahi. Jadi kalau isteri protes toh anda belum punya siapa-siapa. Dia tidak bisa marah kepada siapapun. Kalau sudah terkondisikan keadaannya maka anda baru bisa menentukan pilihan.

Kebanyakan orang tidak berhasil beristeri dua tanpa keluarga jadi berantakan karena salah strategi, cari selingkuhan baru kemudian minta ijin isteri. Prosesnya terbalik bro.

 

Makna kata ADIL dalam Polygami.

Polygami boleh dan sah, tentunya sebagai Muslim kita harus mengimani ayat-ayat Al Quran. Boleh dan sah tapi bukan kewajiban. Bukan kewajiban semua laki-laki punya isteri lebih dari satu dan bukan kewajiban juga untuk wanita menerima perlakuan Polygami. Polygami boleh asal laki-laki bisa berlaku “Adil”. Entah kenapa orang selalu menafsirkan bahwa “Adil” dalam ayat Al Quran itu adalah adil yang artinya pembagiannya sama rata, sama rasa. Kalau “Adil” dalam arti membagi rata dan sama apa yang dimiliki seorang pria terhadap kedua atau ketiga atau keempat isterinya, maka pria yang pas-pasan hartanya tentunya sah-sah saja beristeri lebih dari satu. Padahal Allah sama sekali tidak suka dengan perbuatan laki-laki yang tidak menjaga keluarganya.

Menurut pemahaman saya kata “Adil” dalam syarat polygami tidaklah demikian. Harus dibaca juga ayat-ayat yang lain dalam Surat An-Nisa, kewajiban seorang lelaki ketika memperisteri seorang wanita. Laki-laki harus menunaikan Maharnya terhadap wanita yang dinikahi. Jadi “Adil” dimaksud adalah nilai Mahar itu harus adil, sebanding dengan pengorbanan wanita-wanita yang jadi isterinya. Hak-haknya wanita harus diberikan itu yang diperintahkan oleh Al Quran.

Bahasa Arab itu termasuk bahasa yang paling lengkap, mereka yang belajar bahasa Arab tahu bahwa semua kata-kata benda dalam bahasa Arab itu jelas dan detail maksudnya. Satu kata tidak bisa diartikan bermacam-macam. Mahar dalam bahasa Arab jika diterjemahkan adalah emas. Emas dalam arti kata Mahar artinya emas yang diberikan saat menikahi wanita, bukan emas yang lain, dan bukan emas hadiah. Dan juga kalau disebut Mahar ya berarti beneran emas bukan berupa uang, apalagi seperangkat alat sholat. Mahar adalah Mas Kawin. Kalau ada wanita yang mau dinikahi dengan tidak diberikan Mahar hanya diberikan seperangkat alat sholat ya itu terserah kerelaan yang punya anak wanita dan wanitanya sendiri. Karena dipandang laki-lakinya baik dan keduanya saling mencintai tentunya diperbolehkan. Tapi beda halnya jika seorang lelaki ingin beristeri dua jelas-jelas Al Quran menetapkan bahwa Maharnya harus ditunaikan. Disitulah arti kata “Adil”. Sudahkah Mahar untuk isteri pertama dipenuhi? Jangan-jangan waktu pertama menikah hanya memberi hadiah seperangkat alat sholat? Penuhi Maharnya, jadi jika isteri purik dia sudah mendapatkan haknya.

Dan Jika anda baca benar-benar Surat An-Nisa, “…… Jika kamu tidak dapat berlaku “Adil” maka nikahi satu orang saja atau… menikah dengan budak-budak yang kalian miliki”. Artinya kalau tidak mampu membayarkan Mahar-nya maka menikahlah dengan budak yang memang sudah jadi milik anda. Jadi jelaskan? “Adil” itu dalam hal timbal balik, wanita anda dapatkan dan sebaliknya Mahar harus diberikan. Perhatikan baik-baik terjemahan Surat An-Nisa yang lain, contoh saja yang menyebutkan, “… anak yatim yang ada dalam pengasuhan dan hartanya dalam penguasaan seorang laki-laki, maka anak yatim tersebut tidak boleh dinikahi jika tidak bisa berbuat “Adil”. Dimana harta anak tersebut bisa tercampur, harta anak yatim yang dalam pengasuhan tidak boleh disentuh dan apalagi jika Maharnya tidak dibayarkan.

Urusan Mas Kawin alias Mahar ini mungkin kesannya seperti membeli wanita. Tapi kita tidak boleh berprasangka buruk terhadap ketetapan Allah tersebut. Itu untuk kebaikan si wanita. Toh Allah membolehkan juga menikahkan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan karena dikhawatirkan mereka akan berbuat dosa. Jadi kalau sudah cinta ya harus dinikahkan meski belum cukup Maharnya. Karena kalau laki-laki dan perempuan sudah saling cinta sangat mudah mereka terjerumus untuk berbuat dosa. Tapi artinya laki-laki itu sudah berbuat tidak “Adil” karena ketika dia mengambil wanita sebagai seorang isteri dia tidak membayarkan Mahar-nya. Tentunya dia tidak boleh kawin lagi.

Maafkan, ilmu saya bukan apa-apa, sholatpun masih bolong-bolong tapi kalau ada ustad berbuat pamer, pasang foto di social media ketika berfoto dengan tiga isteri, saya jelas jadi agak kurang percaya dengan ustad seperti itu. Orang-orang yang melihat foto itu bisa meniru dan malah berbuat sesat karena salah kaprah. Saran saya ya bacalah terjemahan Surat An-Nisa berulang kali, isinya tentang hukum-hukum Allah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lain.

Advertisements


Leave a comment

Kampung Waerebo

Untuk mengademkan pikiranku dari hiruk pikuk politik dan kejadian di Jakarta aku ingin menyimpan dan membagikan kenangan indah jalan-jalan bersama teman-teman SMP ku. Kami jalan-jalan ke Flores, melakukan trekking ke negeri di atas awan, Kampung Waerebo. Perjalanan kami sebenarnya bukan cuma ke Waerebo melainkan ini adalah bagian Overland kami di Pulau Flores. Tapi tulisan ini khusus saya buat hanya tentang Waerebo saja. Karena perjalanan yang lumayan challenging buat kami. Melakukan trekking ke gunung layaknya perjalanan anak-anak muda. Semboyan kami “Life begun at Fifty” #MenolakTua.

 

Tepat saat berlangsungnya Pilkada DKI putaran yang ke-dua, tanggal 19 April, kami berangkat terbang menuju kota di ujung Barat Pulau Flores. Labuhan Bajo. Ini kali ke-dua saya dan teman-teman terbang ke sana. Lupakan Pilkada DKI, seorang teman yang warga DKI juga harus merelakan hak pilihnya terbuang demi perjalanan ke Waerebo, untung saja Anies-Sandi pilihannya menang telak atas Ahok sehingga dia tidak menyesal. Dari Labuhan Bajo kita akan memulai perjalanan kami kali ini. Sedikit ketar-ketir ketika penerbangan saya dengan Wings Air grup dari Lion Air yang terkenal sebagai raja delay. Untung tidak banyak terlambat kita hanya terlambat selama 1 jam. Jam 4 sore ketika akhirnya saya dan adik saya keluar dari area bagage claim Kedatangan Airport Komodo. Terlihat satu-satunya mobil Hi-Ace sewaan terparkir di ujung area penjemputan. Si Pinky sudah menanti kami semua.

Untuk menuju Waerebo kami terlebih dahulu harus bermalam di kota Ruteng, Ibu kota Kabupaten Manggarai. Karena dengan jadwal kedatangan pesawat kami tidak mungkin kami langsung menuju destinasi utama Waerebo. Malam itu kita menginap di Susteran Maria Berduka. Jalan menuju Ruteng cukup mulus dan kita bisa sampai Ruteng nyaris ketika Gerbang Susteran sudah mau ditutup. Yah, memang agak mepet waktunya, sampai suster berkali-kali menelpon tour guide kita Bu Dwi menanyakan kapan kita akan sampai di Susteran. Perlu diingat buat yang rencana menginap di sana, gerbang Susteran ditutup tepat jam 9 malam, aturan biara yang tidak bisa dikutak-katik. Kita sampai mepet jam 9 karena ketika si Pinky dipacu kencang oleh om Adel membuat kita sedikit syok dengan kelok Seribu dari Trans Flores Highway. Baru seperdelapan perjalanan menuju Ruteng 2 anggota trip sudah menunjukkan wajah pucat, hijau kebiru-biruan, akibat motion sickness. Dan kita harus berhenti beberapa kali untuk memberi kesempatan 2 orang teman kami menguras isi perutnya.

Pagi itu sebelum menuju Waerebo seharusnya kita menuju Cancar terlebih dahulu untuk melihat Sawah Lingko, akan tetapi berhubung Bu Dwi menjanjikan kita durian di Cancar yang lebih tepat dimakan sore hari maka kita skip acara ke Cancar pagi itu dan langsung menuju Waerebo. Apakah durian itu hanya untuk mengalihkan jadwal supaya tidak bertemu dengan group kedua, entahlah. Wrong decision. Mengecewakan. Karena waktu menyusun itinerary aku berharap sekali kita di Cancar saat pagi hari untuk mendapatkan foto-foto spiderweb ricefield Lingko berlatar langit biru dengan sawah hijaunya di kaki bukit.  Dan waktu itu cuaca sangatlah mendukung. Pagi yang dingin dan sejuk, serta langit biru cerah menyambut kami pagi hari ke-dua di Flores. Belum rejeki. Pemandangan langit biru sawah-sawah hijau membentang hanya terekam dalam ingatan. Itulah pemandangan yang terlihat selama perjalanan menuju Waerebo. Mungkinkah kita ini kelaparan? Jika melihat suburnya Indonesia rasanya aneh kalau sampai ada orang Indonesia yang mati karena kelaparan.

 

 

Kita berhenti di Waerebo Lodge milik bapak Martinus di desa Denge yang tempatnya di tepi pantai. Kita rehat untuk sholat dan makan siang. Obat kekecewaanku tidak bisa ke Cancar pagi hari itu adalah kesempatan untuk melihat tarian Caci di Denge. Kebetulan ada orang Denge yang punya hajat dan dia merayakannya dengan menyelenggarakan pesta dengan tari-tarian Caci. Sungguh beruntung kita karena ini bukanlah sebuah kegiatan acara budaya yang rutin. Pesta rakyat yang sangat natural dan tidak dibuat-buat. Senang bisa melihat atraksi tari Caci meski tidak begitu paham apa maksud dari tarian ini, dan kenapa orang dengan suka rela membiarkan tubuhnya didera dengan pecut. Mirip-mirip debus, orang-orang yang kena pecut seperti tidak merasakan sakit. Kata orang sana sih mereka sudah minum-minum sopi alias tuak sebelum dipecut.

Dari Denge kita diantar Si Pinky sampai di kaki bukit dan lanjut dengan ojek menuju Pos 1 pendakian ke Kampung Waerebo. Latihan fisik selama berbulan-bulan membantu aku untuk melakukan pendakian cukup mudah. Aku bisa mengatur nafas dengan baik melewati jalan-jalan menanjak. Capek? ya pastilah. Sering berhenti untuk mengatur nafas dan minum. Aku harus minum banyak-banyak karena keringat yang keluar juga banyak sekali. Menuju Waerebo kita melalu jalan setapak melingkari bukit, jalan dengan pepohonan yang lebat menghutan, tebing di satu sisi dan ngarai di sisi lain. Jalan setapak yang cukup licin tetapi tongkat dari kayu, stick buat mengecat dinding dan sepatu trail runnerku berfungsi dengan baik. 45 Menit aku bisa mencapai Pos 2. Dan menjelang senja akhirnya kita diterima pemuka adat Bapak Alex di Rumah Gendang.

DSC01249.JPG

Rasa syukur karena akhirnya tercapai keinginan dan harapanku untuk melakukan perjalanan ke destinasi impianku. Teman-teman yang bersamaku saat itu yang benar-benar membuat rasa bahagiaku seperti berlipat ganda. Setelah menikmati makan malam dan secangkir kopi Waerebo malam itu kita habiskan bercanda di luar MBaru Ngiang sambil memandang langit yang kadang cerah kadang berawan. Ketika awan berlalu kita bisa melihat taburan bintang dilangit dan bagian galaksi kita. Di arah Selatan kita bisa melihat rasi bintang Crux alias Gubung Penceng malam itu. Menjelang jam 12 malam baru kita beranjak ke dalam untuk istirahat. Damainya suasana desa yang dingin, orang-orang yang ramah, bahkan anjing dan kucing di situ juga sangat ramah. Ketahuilah, hewan-hewan itu selalu menggambarkan bagaimana orang-orang di sekitarnya. Jika suatu kampung orang-orangnya ramah dan tidak curigaan, maka anjing-anjing dan kucing-kucingnya pun demikian juga, pasti ramah dan tidak curigaan.

 


Leave a comment

Benarkah Ahok Seorang Superhero??

Apa siyy yang sudah dilakukan Ahok? Nyaris tidak ada!!! karyanya hanyalah proyek Kali Jodoh. Itupun juga karena mendengarkan pembisik-pembisik yang kebetulan punya ide briliant. Banyak orang mengira perubahan infrastruktur yang ada di Jakarta adalah hasil karyanya Ahok. Bullshit!! Bullshit!! Bullshit!!. Mulutnya pun bau sama seperti kata-kata yang sering dia ucapkan.

Orang Indonesia itu menganut budaya instant, tidak menghargai proses. Apa yang bisa dilakukan seorang Gubernur yang cuma menjabat selama 2 tahun ? Sehingga simsalabim muncul proyek MRT.

Orang-orang percaya Ahoklah yang membuat perubahan dan mengerjakan segala infrastruktur yang ada di DKI Jakarta sekarang ini. Orang-orang percaya bahwa proyek-proyek untuk transportasi di Jakarta itu datang serta-merta di saat Ahok jadi Gubernur. Mereka tidak tahu bahwa semua itu terjadi melalui proses yang lama dan panjang, dari sejak ide muncul, perencanaan, pembuatan masterplan dan lain-lain. Mereka orang-orang yang memuja Si Ahok memahami sesuatu terjadi secara instant. Padahal Ahok jadi Gubernur juga jabatan warisan dari Jokowi karena Gurbernur terpilih Jokowi kemudian terpilih menjadi Presiden. Bahkan dimulainya proyek Trans Jakarta dan proyek MRT itupun warisan pendahulu-pendahulunya. Trans Jakarta sudah dimulai sejak masa Gubernur Fauzi Bowo.

Kemacetan Jakarta itu sudah terjadi sejak tahun 80-an. Pada saat itu sarjana-sarjana Indonesia di Dinas Pekerjaan Umum sudah berpikir untuk menyelesaikan dan mengatasi permasalahan pertumbuhan lalu-lintas di DKI Jakarta. Pada tahun 80-an pembangunan jalan toll dan double-decker dilakukan di DKI. Sampai akhirnya proyek jalan toll double-decker yang ada masih juga tidak mengejar angka pertumbuhan lalu-lintas di DKI. Ide semula adalah menambah jalur-jalur double-decker di jalan-jalan protokol tapi dari berbagai pertemuan para Engineer di Kementerian PU di era 90-an itu akhirnya ingin meniru keberhasilan kota Bangkok. Selain jalan-jalan double decker Bangkok juga membuat MRT system. Kenapa kita meniru Bangkok? Bangkok menghadapi problema pertumbuhan lalu-lintas yang sangat pesat, malah lebih parah dibandingkan Jakarta. Angan-angan untuk memiliki MRT atau Mass Rapid Transport sudah sejak lama muncul di era Gubernur Sutiyoso. Dan berbagai opsi sistem Mass Rapid Transport yang terintegrasi untuk mengatasi masalah kemacetan Jakarta, termasuk Trans Jakarta, dibuat masterplan nya. Itu terjadi jauh sebelum orang mengenal mantan Bupati Belitung Basuki Tjahya Purnama. Ide Trans Jakarta di masa Fauzi Bowo sendiri muncul karena MRT diyakini akan memakan waktu sangat lama, multiyears project.

Kalau angan-angan pembangunan infrastruktur tarnsportasi DKI Jakarta MRT dan Trans Jakarta pada akhirnya terlaksana seharusnya yang mendapat kredit adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dialah presiden yang meletakkan dasar pembangunan berkesinambungan di seluruh Indonesia, melanjutkan perencanaan pembangunan masa-masa Soeharto. SBY yang berhasil meyakinkan kembali akan pertumbuhan ekonomi Indonesia kepada Dunia setelah proses reformasi politik, sehingga Indonesia bisa mendapatkan dukungan financial untuk pembangunan berbagai infrastruktur yang kita butuhkan. Disaat Dunia hilang kepercayaan kepada Indonesia akibat terjadinya korupsi di pemerintahan di akhir-akhir masa Presiden Soeharto. SBY melunasi hutang-hutang sebelumnya sehingga kita mendapatkan kepercayaan untuk kembali berhutang.

Di masa SBY kita memenangkan bidding penyelenggaraan Asian Games. Kita mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan sebuah even besar Asian Games pada tahun 2018, sebuah event yang menguras dana untuk persiapan infrastruktur. Dengan dana pinjaman luar negeri itulah kita mendapatkan dukungan financial membangun proyek MRT. Proyek MRT itu dipersiapkan untuk pelaksanaan Asian Games 2018. Begitu juga Proyek Terminal 3 Bandara Soeta. Bahkan Ground breaking Terminal 3 Ultimate Soeta juga terjadi di masa pemerintahan SBY. Dua proyek itu yang dijanjikan SBY saat melakukan bidding penyelenggaraan Asian Games 2018. Itulah fakta yang disembunyikan oleh pemerintahan Jokowi dan kroni-kroninya di Partai Banteng. Dan beruntung ketika Jokowi mulai menjabat sebagai Presiden Menteri PU yang dipilih adalah Menteri yang berintegritas, setidaknya proyek MRT dapat terlaksana, selamatlah Jokowi. Alhamdulillah. Meskipun tidak yakin juga proyek MRT bisa selesai ketika Asian Games berlangsung 2018 nanti. Itupun kesalahan dari Jokowi Gubernur saat itu yang mencoba mengutak-katik proyek MRT untuk diserahkan pelaksanaannya pada investor dari Malaysia, untung tidak terjadi.

Benar-benar hebat media elektronik di Indonesia ini, berhasil mencuci otak nyaris separuh orang Indonesia sehingga mempercayai Ahok bak seorang Superhero. Terlihat begitu banyaknya orang-orang yang terhipnotis yang menyatakan cintanya pada Ahok dengan mengirim karangan bunga disaat kalah Pilkada. Kata-kata baper melepas kepergiannya ke penjara bersliweran di laman Facebook ketika mendapat vonis 2 tahun penjara akibat mulut baunya salah ngomong soal Al Maidah 51 di Kepulauan Seribu. Kalau seseorang tahu rasa malu seharusnya menyatakan penghargaan atas apa yang dikerjakan pendahulunya. Tidak mungkin kan Sutiyoso atau Fauzi Bowo terus mengaku-ngaku, “…eh itu proyek gue loh…”. Memangnya mbok Banteng yang ketika SBY meresmikan Jembatan Suramadu terus Si Mbok Banteng tiba-tiba berbicara di depan wartawan: “proyek Suramadu itu direncanakan di jaman saya loh…”. Padahal saat itupun SBY tidak mempersoalkan itu proyek siapa, hanya memulai ground breakingnya, membangun kemudian meresmikan proyeknya.

Semoga suatu saat orang bisa melihat bahwa seorang pecundang adalah pecundang.


Leave a comment

Sedekah Ramadhan

Maksud baik kok dihalangi, itu pikiran orang ketika aku bilang sebaiknya tidak membiasakan memberikan uang kepada anak-anak di kampung-kampung. Sepertinya mungkin aku ini orang yang paling sadis di Dunia, tidak punya empati dan kasih sayang. Biarlah orang melihatnya aku ini pelit, nggak pernah sedekah dan tidak pernah bantu saudara-saudaranya. Wes ben wae, tidak perlu diklarifikasi, Gusti Allah mboten sare, wong ndak dapet pengakuan juga ndak apa. Biarlah orang men-judge aku seperti apa yang mereka lihat. Aku tidak peduli apa kata orang, aku peduli dengan menjadikan orang lebih mulia.

Seperti biasa bulan ramadhan seperti sekarang orang berlomba-lomba bagi sedekah. Which is good, jka dipandang dari sudut agama. Penukaran uang receh di Bank seperti acara yang wajib selama bulan puasa dan menjelang Hari Raya Id. Sampai-sampai Bank perlu memberikan pengumuman jadwal penukaran uang kecil. Kebiasaan memberikan donasi kepada kamu miskin dan dhuafa dengan membagi secara langsung berupa uang seperti sebuah tradisi buat bangsa ini. Orang-orang kaya di negara ini seperti membutuhkan pengakuan untuk perbuatan baiknya. Yang memberi sangat bahagia jika bisa membagikan uang kepada sebanyak-banyaknya kaum miskin, apalagi jika melihat orang-orang berebutan untuk mendapatkan uang sedekah. Bahkan beberapa kasus yang terjadi sebelumnya hingga memakan korban jiwa. They looks like animal more than human, ketika saling berebut. Mereka yang berebut sedekah seperti hewan yang hanya memakai insting mereka yang mengatakan: uang, uang, uang. Mereka harus mendapatkan uang sedekah itu lebih dari sekitarnya, ketimbang berpikir rasional, apalagi berpikir untuk sabar menunggu sampai uang diberikan ke tangan mereka. Wanita dewasa, tua, dan muda. Semua berebut, saling dorong saling sikut dan anak-anak menjerit menangis tergencet sana sini. Uang sedekah yang diperebutkan nilainya hanya sebesar 15.000,- sampai 20.000,-.

Apakah tidak ada cara lain untuk memberikan donasi? Haruskah disaksikan orang banyak dan beritanya harus sampai muncul di tivi karena ada orang yang mati lemas dan terinjak-injak hanya untuk memberi sedekah. Yang disalahkan selalu mereka yang berebut sedekah bukannya orang-orang kaya yang butuh pengakuan itu. Tidak adakah cara memberi sedekah yang memuliakan mereka yang diberi, meskipun mereka hanyalah kaum dhuafa dan fakir miskin? Orang-orang miskin itu seperti hewan karena mereka tidak cukup pengetahuan, mereka miskin, bodoh dan tidak beradab. Menjadikan mereka manusia yang beradab dan bermartabat adalah dengan memberikan mereka pengetahuan. Mengajari mereka juga dengan cara memperlakukan mereka secara beradab dan bermartabat. Tidak menjadikan tetap bodoh seperti hewan, menumbuhkan insting mereka untuk mengemis dan meminta-minta.

Sering aku melihat orang senang sekali memberikan uang seribu dua ribu kepada orang miskin tapi sering pelit ketika memberikan pengetahuan kepada orang lain bagaimana caranya dia mencari kekayaan. Ada orang yang pelit bahkan untuk hal-hal kecil seperti berbagi trik dan pengetahuan untuk membuat kue misalnya. Meskipun banyak juga orang yang beramal dengan ilmunya dengan menulis blog-blog berisi pengetahuan yang bermanfaat. Amal berupa pengetahuan itu lebih panjang ketimbang sedekah uang seribu dua ribu. Apalagi jika pengetahuan itu bisa membuat orang lain menggunakannya untuk mencari nafkah sehingga hidupnya menjadi lebih baik.

Sedekah bukan cuma uang seribu dua ribu perak, pengetahuan dan menjadikan orang lain lebih mulia adalah sedekah yang tidak ada habisnya. Semoga Allah memberikan balasan yang setimpal untuk mereka yang mau berbagi pengetahuan. Aamiin Ya Robbal Alaamiin.


Leave a comment

Teknologi Tepat Guna

Sebenarnya apa sih itu ‘teknologi tepat guna‘?. Pada kenyataannya banyak orang tidak bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari meskipun sudah sekolah tinggi.

Contohnya, saya dan beberapa teman sedang mempersiapkan trip ke Taman Nasional Komodo untuk bulan Mei yang akan datang, island hoping, dengan kegiatan hangout di kapal, trekking, snorkling dan keceh, main basah-basahan di pantai. Soal sepatu jadi diskusi yang panjang, mau bawa sepatu apa. Jiaahh lucu-lucu juga komentar teman-teman yang sebenarnya sekolahnya tinggi-tinggi tapi jarang main ke pantai. Mereka cukup bingung untuk memilih mau pakai alas kaki apa selama trip, apakah bawa sepatu ‘keds’, sneakers, sepatu sandal, sandal. Ada yang nanya ‘apa mesti bawa semua?’. Wah, hahahaha….kebayang bawaan isi koper mereka, padahal trip rencananya cuma 5 hari saja. Ketika saya tawarkan ide yang praktis dan efisien dengan bawaan barang yaitu cukup pakai satu saja sandal gunung, malah ada yang tanya buat apa sandal gunung? Aduuhhh!!. Padahal sandal gunung bisa buat trekking dan sekaligus buat main air di pantai, kalau merasa kaki kedinginan terutama selama di dalam pesawat karena memakai alas kaki terbuka cukup tambahkan kaos kaki. Dan secara fashionpun tidak masalah masih bisa juga dibuat fancy.

Teringat juga peristiwa puluhan tahun lalu, waktu masih muda, pertama kali trip keliling pulau Bali. Saya dan teman-teman menggunakan sebuah biro travel dengan Budi si guide kita waktu itu. Si Budi ini memakai sneakers untuk selama perjalanan. Mungkin takut kurang sopan dan kurang etis kalau dia memimpin tour cuma pakai alas kaki terbuka atau bahkan sandal, secara orang Indonesia mempunyai nilai-nilai kalau memakai sepatu lebih dihormati. Tapi akibatnya, ketika kita bersenang-senang di pantai Kuta dan Budi juga ikut-ikut keceh main air, sepatu si Budi somehow jadi basah. Karena acara trip padat sepanjang 2 minggu maka tidak ada waktu untuk Si Budi mengeringkan sepatunya. Sepanjang trip Budi memakai sepatu itu meskipun dalam keadaan basah. Dalam waktu 2 hari saja sepatunya jadi bau, bisa dibayangkan bau kaki, dan bau kaos kaki yang nggak dicuci. …Huweeek!. Dan jadilah sepanjang tour kita membully Budi dengan mengatai dia ‘Budi Si Sikil Mambu’, artinya Budi si kaki bau. Kasihan! Hahahaha.

Meskipun orang Indonesia yang sedikit agak tinggi pendidikannya suka sekali menulis atau berbicara dengan istilah-istilah yang berkesan Wah! seperti kata-kata ‘teknologi tepat guna’, sehingga orang awam yang pendidikan dasarnya cuma 9 tahun akan terkesan tapi pada kenyataannya penemuan teknologi sederhana berupa alas kaki, sandal, sepatu, sepatu sandal, sandal gunung, sneakers, ternyata cukup membuat orang yang berpendidikan tinggi sekalipun sulit untuk memilih mau menggunakan yang mana.


Leave a comment

Asian Games 2018

Banyak dari masyarakat Indonesia yang tidak antusias dengan kegiatan olah raga apalagi dengan pentingnya even-even seperti PON, Sea Games, Asian Games.

Jakarta Indonesia akan menjadi host Asian Games ke 17 tahun 2018. Acara lauching logo Asian Games sudah digulirkan. Berita acara sepenting itu menurut saya ternyata hanya nyempil di suatu malam di acara berita malam TVRI beberapa waktu lalu. Media-media besar tidak ada yang memberitakan. Menunjukan betapa kita tidak menaruh perhatian pada even yang menurut saya seharusnya sebuah even yang mesti dibuat besar.

Pesta olah raga adalah bagian dari pride of the nation, kebanggaan dalam berbangsa dan bernegara. Saat-saat supremasi sebuah negara diakui dan berbangga-bangga dengan betapa seringnya bendera negara dinaikkan. Kejayaan suatu negara terpancar jika mampu menyelenggarakan pesta olah raga yang meriah dan dikenang sepanjang masa terutama oleh rakyatnya. Itulah sebabnya presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno di awal-awal adanya Asian Games berusaha membawa pesta olah raga ini ke Indonesia di tahun 1962 meski ekonomi kita belum begitu kokoh. Ada rasa kebanggaan yang besar sebagai penyelenggara Asian Games yang ke 4.

Kebanggaan dan nasionalisme itu seperti sirna di masa sekarang. Belum terdengar gaungnya meski logo sudah diluncurkan. Belum lagi persoalan PSSI dengan Menpora Nahrowi yang tidak ada habisnya. Perdebatan kedua institusi ini kalau diibaratkan seolah-olah bertengkar mana yang benar, 1 + 1 sama dengan 2 atau 1 + 1 sama dengan 1, kalau kata orang Jawa  sebaiknya : ‘sing waras ngalah’. Jadi sedikit ragu, mampukah pemerintahan Jokowi mempersembahkan sebuah pesta besar untuk Asian Games ke 17 di Indonesia nanti?


Leave a comment

Polisi Indonesia = Polisi Tarzan

Ikutan membahas masalah yang lagi diperdebatkan mengenai tanda dilarang PARKIR dan tanda dilarang STOP yang lagi rame di Medsos.

Jadi sebenarnya siapa yang ERROR? Bapak supir taxi atau si Pak Polisi? Kemarin di MetroTV Kompolnas Adrianus Meliala (Hmmm… mudah-mudahan tidak salah menyebut nama, nanti saya re-check kembali) tidak bisa menjawab secara gamblang karena katanya dia tidak melihat kasusnya secara langsung di lapangan. Bapak Kompolnas itu kemudian mengatakan bahwa kalau ada perdebatan sebaiknya diperdebatkan di pengadilan. Tapi siapa yang percaya pengadilan kasus-kasus lalu lintas. Pada kenyataannya di pengadilan tidak ada proses pengadilan yang adil. Yang ada hanya proses ketok palu. Pada akhirnya hanyalah situasi berbeli-belit yang menyusahkan, ongkos yang lebih mahal dan waktu terbuang.

Seorang Kompolnas seharusnya bisa menjelaskan bedanya dilarang PARKIR dan dilarang STOP. Apa sebenarnya kriteria dilarang PARKIR dan apa kriteria dilarang STOP. Parkir, berarti pengendara mobil meletakkan kendaraannya di tempat dan lokasi tertentu, pengendara mematikan mesin, dan meninggalkan kendaraan dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan Stop, atau berhenti berarti kendaraan diletakkan pada tempat dan lokasi tertentu, mesin kendaraan bisa masih hidup atau dimatikan, pengendara masih berada di dalam kendaraan atau tidak jauh dari kendaraan, waktu berlangsungnya kegiatan atau durasi kendaraan berhenti adalah singkat, maka ini disebut sebagai STOP atau berhenti. Yang membedakan antara STOP dan PARKIR adalah durasinya. Inilah yang harus dibedakan. Selama ini tidak ada kriteria jelas durasi waktu antara yang disebut sebagai STOP dan PARKIR.

Saya sendiri sebenarnya meskipun sudah 32 tahun memiliki SIM juga jadi ikut-ikutan bingung menjelaskan berapa lama durasi yang dikatakan STOP atau berhenti sehingga berbeda dengan kriteria PARKIR. Akhirnya saya coba tanya kepada Hans suami saya apa kriteria dilarang PARKIR dan dilarang STOP kalau di negaranya. Jawabanya ternyata lebih lugas dari seorang Kompolnas. Yang dimaksud dengan STOP itu artinya berhenti selama 0 sampai 10 menit. Sedangkan kendaraan berhenti lebih dari 10 menit artinya kendaraan itu diparkir. Jadi jika supir menghentikan kendaraan sementara ada larangan parkir maka masih diperbolehkan selama kendaraan berada di lokasi tersebut tidak lebih dari 10 menit. Jadi misalkan kita sedang berkendaraan tiba-tiba mendapatkan panggilan telephone penting dari telephone genggam dan kita ingin mengangkatnya, kemudian kita menghentikan kendaraan sementara ada tanda dilarang PARKIR kita bisa berhenti atau STOP di tempat itu selama tidak lebih dari 10 menit.

Jadiiiiii…. hehehe tidak salah Polisi lalu lintas Indonesia memang pantas dibully soal kasus penilangan seorang supir taxi yang berhenti di dekat tanda dilarang PARKIR. Tidak salah kalau ada yang bilang Polisi Indonesia sama dengan Polisi dari hutan.