Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

Home made pizza

Leave a comment

Home made pizza

The best pizza in the world is home made pizza. You’r own pizza, you can have more cheese and put anything you like for the topping.
The dough recipe:
250 gr flour
1 pinch of salt
1 tb spoon sugar
1 egg
1/2 package of 11 gr quick yeast package
50 gr butter
125 ml warm water

Mixed the flour with, salt, sugar, yeast, egg, butter… ad warm water little by little… mixed until no more stick on the hand. Put aside in the bowl covered with wet towel until increase approx. 1 hour to grow.

Making anchovies pizza, the topping :
Mozzarela cheese
Tomatoes
Onion
Black olive
Capern
Anchovies
Tomato paste
Olive oil
Salt
Pepper
Oregano

Cover baking tray with baking paper, greased the paper with margarine. Thin the growing dough about 0.5 ~ 1 cm or as far as the backing tray. Set aside while preparing the topping. Grate the mozzarela cheese, cut onion, tomatoes, black olive, thinly.
Brush the dough with olive oil, then tomato paste then put one layer of cut tomatoes then spread the onion, olive, capern, anchovies, salt, paper and oregano, finally covered with the cheese. Baking in 25 minutes in medium heat.

Advertisements


Leave a comment

SERAGAM

Saat ini orang pakai seragam bukan cuma untuk Pramuka, anak sekolah, tentara, pegawai pemerintah, atau buruh pabrik. Fenomena seragam sekarang ini sudah merasuk kedalam berbagai aktifitas sosial, pengajian hingga pesta perkawinan. Dalam lingkungan keluargapun memakai seragam. Sampai-sampai ada orang yang tidak punya pakaian lain dalam lemari pakaiannya selain dari pakaian seragam.

Saya ngomongin seragam ini gara-gara ingat habis dapat kaos seragam dari acara reuni dengan teman-teman sekolah dulu. Sumpah saya paling benci dengan yang namanya seragam. Sebenarnya kasihan loh sama orang yang juga sudah repot-repot memikirkan soal seragam itu. Sudah susah-susah belum tentu semua bisa menerima idenya, atau untuk menyukai warna pilihannya. Misalnya orang dengan kulit gelap pasti tidak nampak menarik dengan warna ungu yang gelap. Orang itu akan nampak lusuh dan semakin gelap. Orang itu tidak akan merasa senang dengan apa yang harus dia pakai. Itu baru soal warna, belum lagi soal modelnya, atau kalau kaos soal ukuran dan bentuknya.

Fenomena pakaian seragam ini buat saya sangat menyebalkan. Kita sebagai individu tidak lagi bisa diterima dalam sebuah kelompok sosial dan sebuah komunitas jika tidak menggunakan pakaian SERAGAM. Semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang menjadi semboyan orang Indonesia cuma ada dibibir saja. Tidak ada bangsa yang sangat suka sekali dengan pakaian yang seragam dalam aktifitas sosialnya selain orang Indonesia. Benar-benar bertolak belakang dengan semboyannya.

Dengan fenomena pakaian yang selalu seragam dimana-mana dan dalam berbagai kegiatan ini menjadikan seseorang tidak lagi bisa mengekspresikan diri dengan selera dan pilihan pribadinya, style yang diinginkan. Tidak ada lagi kebebasan individu. Kepercayaan diri seseorang juga hilang karena merasa tidak diterima dalam sebuah lingkungan, kelompok sosial dan komunitas jika tidak memiliki seragam yang sama. Orang tidak lagi dapat diterima apa adanya.


Leave a comment

Belajar nyupir

Mengendarai mobil adalah keahlian yang harus kita pelajari. Tidak harus memiliki mobil, tidak harus menjadi sopir, tapi jika kita punya kemampuan untuk mengendarai kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat maka kita sedikitnya sudah mengurangi boundary yang membatasi kehidupan kita.

Saya sudah lama melewati fase belajar mengendarai mobil dan motor. Tapi saya melihat orang-orang disekitar saya sepertinya proses belajar mengendarai ini sering menjadi kendala bagi sebagian orang, terutama wanita yang sudah berumur. Banyak orang menyangka saat belajar yang tepat hanya pada saat usia muda, padahal itu tidak benar. Kita bisa belajar sesuatu dalam usia berapapun. Saya belajar selancar layar pada usia 40 tahun, dan tidak masalah, sepanjang kita tahu bagian apa dari bagian tubuh ini yang perlu kita latih untuk bisa melakukan sesuatu.

Itu sebabnya saya ingin berbagi pengalaman saya. Kali ini khusus untuk belajar mengendarai kendaraan bermotor, motor dan khususnya mengendarai mobil.

Tempat-tempat kursus menyetir di Indonesia umumnya hanya memberikan paket kursus selama 5 jam, belajar setir mobil dengan pelatih. Kemudian kong kalikong dengan oknum polisi, lembaga kursus nyetir bisa memberikan ujian untuk mendapatkan SIM.

Memang benar tidak masuk akal bahwa kursus 5 jam bisa membuat orang yang semula tidak bisa menyetir lalu jadi bisa. 5 jam ini sebenarnya hanya cukup untuk mengetahui hal-hal yang paling mendasar saja. Basic menyetir, maju, mundur, kondisi tanjakan, parkir sejajar, parkir T. Waktu kursus 5 jam biasanya dibagi menjadi 5 kali pertemuan.

Karena paket 5 jam memang tidak cukup maka banyak orang kemudian mengulang lagi dengan mengambil paket 5 jam lagi. Sebagian besar orang juga berpikir mereka harus melakukannya 1 jam lebih bahkan sampai 2 jam setiap kali pertemuan.

Ada yang perlu kita ketahui agar belajar menyetir menjadi efektif adalah bahwa proses belajar menyetir itu proses merubah mindset, merubah kebiasan, dan melatih gerakan reflek. Kata mutiara yang paling tepat adalah “Kita bisa karena BIASA”. Kebiasaan muncul dari kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang.

Begitu juga dengan menyetir, kita harus melakukannya berulang-ulang, repeating. Setiap saat bahkan setiap hari. Itu akan melatih reflek dan alam bawah sadar kita. Waktu setengah jam setiap kali apabila rutin setiap harinya akan menjadikan sebuah kebiasaan. Semakin rutin akan semakin biasa.