Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik


Leave a comment

Swimming, Berenang, Ciblon…., Part 3

Ketika saya menulis artikel mengenai how to learn swimming ini saya sekali lagi ingin mengajarkan teknik-teknik untuk mempelajari renang untuk ‘Fun swimming’ bukan teknik-teknik untuk menjadi atlit renang, atau berenang untuk survive, ketika anda terdesak pada situasi anda harus berenang atau anda tenggelam dan wassalam.

Kalau anda benar-benar belajar berenang dari nol maka lupakan segala macam gaya-gaya atau swimming style, seperti free style, breast stroke etc, yang dikatakan oleh pelatih renang anda sebelum anda benar-benar menguasai tubuh anda dan bagaimana bekerjanya hingga tubuh anda terasa ringan hingga mampu mengapung di dalam air. Lakukan latihan-latihan pada tulisan saya terdahulu, step 1 sampai step 5. Paling penting adalah step 1 saya ulang kembali dimana anda harus merubah mindset anda. Anda bukanlah makhluk berkaki dua yang harus selalu memijakkan dan berdiri tegak diatas dua kaki. Lupakan bagian pinggang kebawah dan kaki anda….(itu sebabnya orang tanpa kaki malah biasanya jago berenang).

Ada sedikit cerita, kalau saya di pantai dan melakukan olah raga di air, sering orang2 bule tanya kenapa kok kebanyakan perempuan Indonesia nggak mau melakukan olah raga di air, alasan-alasannya biasanya…:’takut hitam…’. Tapi alasan sebenarnya dibalik itu adalah hanya 1 banding 5 perempuan Indonesia yang bisa berenang.

Advertisements


2 Comments

Swimming, Berenang, Ciblon…, Part 2

Sebelum saya lanjutkan tulisan mengenai belajar berenang dengan step-step berikutnya saya mau ulangi lagi, swimming atau berenang adalah life skill. Suatu keahlian yang sangat berguna dalam kehidupan ini dan bohong kalau hanya anak-anak yang bisa belajar berenang orang dewasa pun bisa dan tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Dan kesimpulan dari tulisan terdahulu :

Step 1, rubahlah mind set anda, bahwa anda dapat mengapung di dalam air seberapa dalampun dengan mengenali bagian tubuh mana yang dapat mengapung dan bagian tubuh yang menjadi penghambat.

Step 2, latihan di tepi kolam dengan menekan dada kebawah dan mengangkat bagian badan pinggang ke bawah (pinggul, bokong dan tungkai) ke atas permukaan air. Latihan menjaga kestabilan posisi tubuh ketika mengapung sambil memegang tepi kolam.

Baiklah sekarang saya akan lanjutkan dengan langkah-langkah berikutnya setelah anda menguasai langkah 1 dan langkah 2.

Step 3

Lakukan terlebih dahulu step 2 secara berulang-ulang sampai anda benar-benar merasakan lift up atau daya tekanan air ke atas yang mampu menahan tubuh pada posisi mendatar dipermukaan air. Posisi badan harus benar-benar stabil posisi pinggang ke atas dengan tubuh pinggang ke bawah maupun antara tubuh sisi kanan dan kiri. Jika terasa miring-miring dan tidak balance cobalah untuk mencari keseimbangan.

Pada langkah ke 3 ini setelah bisa menguasai tubuh dan memposisikannya mendatar dipermukaan dan menjaga keseimbangannya cobalah sedikit melepaskan genggaman pada tepian kolam. Dari genggaman erat rubahlah menjadi genggaman ringan menggunakan beberapa jari seolah-olah jari yang bermain piano atau bahkan hanya menggunakan satu jari.

Kembali lagi ke basic, dengan menggunakan kekuatan pikiran, rubah ‘mind set’ dengan membuat keyakinan bahwa tubuh anda ringan, dada menekan ke bawah dan panggul dan tungkai ke-atas, sekarang anggaplah tubuh anda sekarang seperti sebuah kapal yang mengapung, jagalah keseimbangan, depan – belakang – kanan – kiri.

Kekuatan pikiran untuk melakukannya dengan rileks akan memudahkan semua proses ini. Mungkin anda karena merasa rileks dan tidak kaku akan mulai sedikit menggerak-gerakkan kaki dan tangan untuk mencapai keseimbangan. Lepaskan perlahan-lahan pegangan pada tepian kolam. Woa laa anda sudah mulai mengapung.

Step 4

Ketika anda sudah mulai merasakan lift up seluruh torso pada permukaan air, bagaimana mencapai keseimbangan dan mulai melepaskan pegangan pada tepian kolam maka langkah ke 4 adalah memperbesar jarak dengan tepian kolam. Caranya dengan memulai berdiri lebih jauh dari tepian kolam.

Ketika berdiri dengan jarak yang lebih jauh dari tinggi tubuh cobalah lakukan hal yang sudah dikerjakan pada langkah terdahulu. Ketika tubuh mengapung cobalah menggerakkan tubuh untuk meraih tepian kolam. Dengan cara memanjangkan tubuh seperti ketika kita berusaha meraih suatu benda diatas kabinet atau lemari yang tinggi. Gerakan ini merupakan gerakan dasar untuk meluncur di atas permukaan air.

Lakukan berulang-ulang dan setiap saat perbaharui jarak dengan tepian kolam dengan posisi yang semakin jauh.

Step 5

Ketika step 4 sudah anda kuasai maka kini saatnya anda untuk bisa mengapung dan meluncur sejauh mungkin. Jangan dengarkan pendapat orang tentang gerakan-gerakan berenang ataupun style dari renang-renang seperti yang ada dalam pertandingan olah raga. Ketika pikiran anda tertuju pada pelajaran tentang gerakan-gerakan tersebut sebelum anda menguasai hal-hal yang mendasar maka konsentrasi anda akan buyar.

Kuasai dulu tubuh anda, mengapung, menjaga keseimbangan dan usaha menggerakan tubuh maju kedepan dengan cara yang alami dari dalam diri anda sendiri. Ini seperti mantra-mantra yang tanpa sadar mengubah semua kebiasaan seorang anak manusia untuk bertumpu di atas ke dua kaki, karena itu yang manusia pelajari pertama kali ketika lahir di bumi yaitu menegakkan tubuh. Ketika berada di air kita bukanlah mahluk mamalia dengan dua kaki melainkan mahluk mamalia yang lain yang menggunakan daya tekan air untuk bergerak mengapung atau menyelam dan menggunakan tubuh dari kepala hingga kaki.


Leave a comment

Swimming, Berenang, Ciblon…. Part 1

I said, it’s never too late to learn something.

Banyak orang berpendapat belajar berenang ketika sudah dewasa sulitnya minta ampun. Lebih baik belajar berenang itu sejak masih kanak-kanak. Well, bisa benar bisa juga tidak. Tergantung kemauan dan tentu tergantung siapa yang mengajari.

Anak-anak memang secara natural mudah beradaptasi dan menyerap hal-hal baru. Itu karena seorang anak di masa tumbuh perkembangan otaknya juga pada masa puncak dalam pertumbuhan otaknya. Itu sebabnya sangat bagus mengisi otak anak dengan berbagai ilmu di masa keemasan otaknya itu. Tapi orang dewasapun masih bisa untuk belajar sesuatu yang baru seperti halnya berenang ini.

Kalau memang sungguh-sungguh berniat untuk belajar maka silahkan baca terus tulisan saya ini karena saya akan tunjukkan step by step untuk mengatasi rasa phobia berada dalam air hingga akhirnya melakukan untuk pertama kali meluncur dalam air.

Metode yang saya buat untuk mengajarkan orang dewasa berenang ini saya sebut metode ‘Body and mind’. Dalam saya mengajarkan seseorang berenang saya tidak mengajarkan seseorang untuk menjadi atlet renang, melainkan hanya untuk ‘fun swimming’ atau orang Jawa menyebutnya ‘Ciblon’. Kalau ingin menjadi atlet renang sebaiknya datanglah ke ‘coach-coach’ renang yang pro.

Step 1

Orang dewasa pada umumnya lebih ‘alert’ terhadap adanya bahaya, lebih berhati-hati, dan karena kehati-hatian itu maka cenderung untuk menghindari hal-hal yang berbahaya termasuk pemikiran bahwa air bisa menenggelamkan. Pemikiran ini lah yang pertama-tama harus dirubah. Kita harus merubah dulu pemikiran tersebut dengan cara berpikir yang rasional, kita akan tenggelam jika air cukup dalam melebihi tinggi badan apabila kita tidak mampu mengapung. Kita mampu mengapung dan tidak tenggelam kalau kita tahu bagaimana cara membuat badan kita terapung-apung.

Setelah berhasil menguasai cara berpikir kita maka bisa pelajaran berenang dimulai. Setelah mempunyai keberanian untuk masuk ke dalam kolam renang masuklah kedalam kolam dengan kedalaman air sebatas pinggang terlebih dahulu. Kalau rasa ketakutan akan kedalaman air masih ada terlintas dalam pikiran maka bisa juga menggunakan pool yang lebih dangkal lagi, ‘kids pool’ dengan kedalam setengah meter atau sebetis. Ini yang pernah saya sarankan pada seorang teman, waktu itu usianya sudah di pertengahan usia 40-an, dan selama hidupnya tidak pernah berenang.

Step 2

Untuk kasus normal dimana seseorang tidak terlalu takut untuk masuk ke dalam pool dengan kedalaman air sebatas pinggang maka kita bisa memulai dengan memahami tubuh dan bagaimana  caranya membuat tubuh ini terapung.

Coach renang pada umumnya akan memulai pelajaran renang dengan cara meluncur dan kemudian berbagai penjelasan bagaimana menggerakan kaki atau tangan yang dapat membuat seseorang berenang. Percayalah hal ini tidak akan berhasil karena kecenderungan manusia untuk berdiri di atas kedua kakinya. Gaya tarik bumi juga akan secara otomatis memudahkan untuk selalu pada posisi tersebut.

Cara yang benar menurut saya adalah pertama memahami bahwa tubuh manusia ini sebagai dua bagian yang berbeda. Bagian atas tubuh yang penuh rongga itu seperti bahan kayu yang akan mengapung di dalam air dan bagian pinggang kebawah seperti batu yang akan langsung tenggelam ketika berada di dalam air. Maka kita harus benar-benar memahami keadaan tubuh kita dan bagian-bagiannya.

Ketika kita sudah memahami bahwa bagian tubuh atas dapat mengapung seperti sepotong kayu maka yang kita perlu lakukan adalah cara mengangkat bagian tubuh bawah yang seperti batu dengan mengimbanginya dengan bagian tubuh yang mengapung. Dengan berpegangan pada bagian tepi kolam cobalah rasakan bagaimana jika bagian dada ditekan kebawah dan bagian panggul dan kaki terangkat perlahan-lahan ketika kita mengingkari keinginan untuk berjalan di atas kaki, juga mengingkari gaya tarik bumi.

Pada kasus yang tidak normal seperti salah satu murid renang saya yang sudah dewasa dan masih merasa takut, saya membawanya ke dalam kids pool. Di pool dengan kedalaman sebetis itu saya minta dia untuk berbaring seperti sedang sunbathing. Selonjoran di dalam air dengan ditahan siku. Saya minta dia memikirkan seperti berada di dalam bath tub. Pelajarannya sama yaitu untuk merasakan bagian tubuh yang berat dan bagian tubuh yang mengapung. Dengan pertelekan pada siku perlahan-lahan berlatih untuk mengangkat bagian panggul dan kaki dan melupakan gaya tarik bumi.

Jadi langkah kedua ini adalah memahami bagian-bagian tubuh kita kemudian berlatih untuk membawa bagian panggul dan kaki keatas bagian permukaan air, menyeimbangkan tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah di dalam air.