Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik


Leave a comment

Aku Rindu Tanah Sumba

Sudah waktunya untuk mulai merencanakan destinasi perjalanan selanjutnya. Tukang jalan memang sering sakau kalau berdiam lama-lama. Hiburan di luar rumah seperti ke mall, nonton film, atau pesta-pesta tidak nendang kalau dalam istilah tukang makan. Lebih baik berdiam diri di rumah dari pada menhambur-hamburkan uang untuk hiburan-hiburan semacam itu. Membeli baju pesta, pergi kuliner2 yang tidak autentik meskipun rasanya tidaklah buruk kurang ada sensasinya ketika tidak dinikmati di tempat asalnya. Ada ekstasi yang meningkatkan kimia tubuh saat membuka Lonely Planet, ataupun browsing destinasi. Ada perasaan harap-harap cemas ketika berburu tiket, book penginapan dan memikirkan bagaimana cara berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kemudian berangan-angan dan penuh harap seindah apa tempat yang akan dikunjungi. Bagaimana orang-orangnya, makanannya, aroma tanahnya, berbagai pertanyaan memenuhi benak.

Dari jalan-jalan bersama dengan beberapa teman selama ini memunculkan kesimpulan bahwa wanita mempunyai kecemasan yang lebih tinggi ketika akan melakukan perjalanan. Mereka cenderung memilih perjalanan yang diatur oleh penyedia jasa dan organizer trip, ketimbang perjalanan yang sifatnya wanderlust alias ngebolang. Ini terbukti ketika pembicaraan masuk pada rencana trip ke Sumba.

Baiklah demi orang-orang yang takut kesasar, takut salah kostum karena tidak tahu mau kemana dan mau ngapain saja, serta takut bajunya muncul dua kali pada hari yang berbeda saat foto session selama perjalanan, maka aku yang hobby trip planner dan sudah aku proklamirkan diriku sebagai trip consultant maka aku akan susun rencana perjalanan ke Sumba. Seperti yang sudah-sudah aku bahkan lebih paham bagaimana mengkutak-katik itinerary supaya mendapatkan rute perjalanan yang paling efisien dan effektif dibandingkan orang-orang yang katanya trip organizer.

Strategi Trip Sumba.

Kekurangan yang juga merupakan kelebihannya dari pulau Sumba adalah masih jarang manusia dan penginapan tidak tersedia di semua tempat. Itu bukanlah masalah, ini lah traveling, kita harus cari akal mengatasi berbagai kondisi yang ada. Karena belum mendapatkan guide dengan mobil yang mengantar dari awal perjalanan di kota Tambolaka hingga akhir perjalanan di kota Waingapu maka kali ini aku harus memikirkan strategi persewaan mobil yang diambil dari masing-masing kota yang menjadi homebase selama trip. Ada tiga kota dimana tersedia akomodasi selama di Pulau Sumba, yaitu Tambolaka, Waikabubak dan Waingapu. Berikut rencana perjalanan kami yang akan datang untuk ke Pulsu Sumba:

Day 1, Car #1 ambil sewa dari kota Tambolaka.

Direncanakan menggunakan pesawat yang mendarat di Tambolaka sekitar jam 11 siang. Meeting dengan driver sekaligus guide dan kendaraan Car#1 di Bandara Tambolaka. Langsung acara makan siang lanjut dengan trip ke arah wilayah Kodi, yaitu Laguna/Danau Weekuri, Pantai Mandorak dan Pantai Pero. Bisa dihilangkan salah satu antara pantai Mandorak dan pantai Pero jika kondisi memungkinkan untuk berenang di Laguna/Danau Weekuri. Selanjutnya kembali ke Tambolaka, untuk stay di kota ini. Penginapan Melati Air Con dan Fan. (Jangan lupa book untuk makan malam di penginapan).

Day 2, Car #1 masih menggunakan mobil dari Tambolaka. Pagi BF dan cek out, dan trip hari ke2 menuju arah jalur ke Waikabubak. Rencana mengunjungi Desa Adat Tarung dan Desa Prai Ijing, makan siang di Waikabubak dan menuju pantai Malangdong dan pantai Bwana. Car #1 selesai kontrak dengan mengantar ke penginapan di Marosi. Book makan malam di penginapan

Day 3, Car #2 ambil sewa dari hotel di Marosi tujuannya trip hari ini ke Air Terjun Lapopu dan dalam perjalanan menuju Waingapu singgah di Bukit Wairinding. Mobil mengantar ke hotel Tanto di Waingapu. Makan pagi dari hotel, makan siang lunch box dari Waikabubak dan book makan malam di Hotel Waingapu.

Day 4, Car #3 ambil sewa mobil dari Waingapu. Trip hari ke 4 sekitar Waingapu. Desa Adat Rende, menuju Melolo melihat savanah dan kuda2 liar dan selanjutnya menuju Air Terjun  Waimarang. Masih bermalam di hotel Tanto Waingapu. Makan siang lunch box dari Waingapu dan makan malam book di hotel Tanto.

Day 5, Car #3 Pagi-pagi sekali jika memungkinkan mengunjungi pantai Walakiri. Skip belanja oleh-oleh. Dan hari ini trip berakhir dan mobil mengantar ke Bandara Waingapu, paling ideal jika penerbangan di atas jam 1 siang.

 

Demikian rencana perjalananku yang akan datang. Insyaa Allah aku bisa melampiaskan rasa rinduku pada tanah Sumba.