Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik


Leave a comment

Sedekah Ramadhan

Maksud baik kok dihalangi, itu pikiran orang ketika aku bilang sebaiknya tidak membiasakan memberikan uang kepada anak-anak di kampung-kampung. Sepertinya mungkin aku ini orang yang paling sadis di Dunia, tidak punya empati dan kasih sayang. Biarlah orang melihatnya aku ini pelit, nggak pernah sedekah dan tidak pernah bantu saudara-saudaranya. Wes ben wae, tidak perlu diklarifikasi, Gusti Allah mboten sare, wong ndak dapet pengakuan juga ndak apa. Biarlah orang men-judge aku seperti apa yang mereka lihat. Aku tidak peduli apa kata orang, aku peduli dengan menjadikan orang lebih mulia.

Seperti biasa bulan ramadhan seperti sekarang orang berlomba-lomba bagi sedekah. Which is good, jka dipandang dari sudut agama. Penukaran uang receh di Bank seperti acara yang wajib selama bulan puasa dan menjelang Hari Raya Id. Sampai-sampai Bank perlu memberikan pengumuman jadwal penukaran uang kecil. Kebiasaan memberikan donasi kepada kamu miskin dan dhuafa dengan membagi secara langsung berupa uang seperti sebuah tradisi buat bangsa ini. Orang-orang kaya di negara ini seperti membutuhkan pengakuan untuk perbuatan baiknya. Yang memberi sangat bahagia jika bisa membagikan uang kepada sebanyak-banyaknya kaum miskin, apalagi jika melihat orang-orang berebutan untuk mendapatkan uang sedekah. Bahkan beberapa kasus yang terjadi sebelumnya hingga memakan korban jiwa. They looks like animal more than human, ketika saling berebut. Mereka yang berebut sedekah seperti hewan yang hanya memakai insting mereka yang mengatakan: uang, uang, uang. Mereka harus mendapatkan uang sedekah itu lebih dari sekitarnya, ketimbang berpikir rasional, apalagi berpikir untuk sabar menunggu sampai uang diberikan ke tangan mereka. Wanita dewasa, tua, dan muda. Semua berebut, saling dorong saling sikut dan anak-anak menjerit menangis tergencet sana sini. Uang sedekah yang diperebutkan nilainya hanya sebesar 15.000,- sampai 20.000,-.

Apakah tidak ada cara lain untuk memberikan donasi? Haruskah disaksikan orang banyak dan beritanya harus sampai muncul di tivi karena ada orang yang mati lemas dan terinjak-injak hanya untuk memberi sedekah. Yang disalahkan selalu mereka yang berebut sedekah bukannya orang-orang kaya yang butuh pengakuan itu. Tidak adakah cara memberi sedekah yang memuliakan mereka yang diberi, meskipun mereka hanyalah kaum dhuafa dan fakir miskin? Orang-orang miskin itu seperti hewan karena mereka tidak cukup pengetahuan, mereka miskin, bodoh dan tidak beradab. Menjadikan mereka manusia yang beradab dan bermartabat adalah dengan memberikan mereka pengetahuan. Mengajari mereka juga dengan cara memperlakukan mereka secara beradab dan bermartabat. Tidak menjadikan tetap bodoh seperti hewan, menumbuhkan insting mereka untuk mengemis dan meminta-minta.

Sering aku melihat orang senang sekali memberikan uang seribu dua ribu kepada orang miskin tapi sering pelit ketika memberikan pengetahuan kepada orang lain bagaimana caranya dia mencari kekayaan. Ada orang yang pelit bahkan untuk hal-hal kecil seperti berbagi trik dan pengetahuan untuk membuat kue misalnya. Meskipun banyak juga orang yang beramal dengan ilmunya dengan menulis blog-blog berisi pengetahuan yang bermanfaat. Amal berupa pengetahuan itu lebih panjang ketimbang sedekah uang seribu dua ribu. Apalagi jika pengetahuan itu bisa membuat orang lain menggunakannya untuk mencari nafkah sehingga hidupnya menjadi lebih baik.

Sedekah bukan cuma uang seribu dua ribu perak, pengetahuan dan menjadikan orang lain lebih mulia adalah sedekah yang tidak ada habisnya. Semoga Allah memberikan balasan yang setimpal untuk mereka yang mau berbagi pengetahuan. Aamiin Ya Robbal Alaamiin.


Leave a comment

Merayakan atau Tidak Merayakan Valentine?

Sebelum mengikuti sesuatu atau tidak mengikuti sesuatu pikirkanlah dulu apa yang akan kita ikuti itu. Blog ini tujuannya adalah untuk membuat kita semua berpikir dan berpikir. Berpikir untuk menjadi orang yang lebih baik.

Tahukah asal muasal Festival Valentine? Mungkin sudah banyak yang mengulas dan menuliskan hal ikhwal dari perayaan Valentine. Tapi saya ingin mengulasnya dengan cara saya sendiri bukan hasil tulisan copy paste dari berbagai blog atau literatur yang merupakan buah pemikiran para ahli sejarah. Ini merupakan kajian saya sendiri berdasarkan literatur yang ada namun saya persingkat tanpa perlu embel-embel tulisan-tulisan canggih hanya supaya nampak meyakinkan. Embel-embel tulisan itu hanya membuat distorsi sehingga pikiran tidak lagi fokus.

Singkatnya, orang Indonesia sering mengira bahwa perayaan Valentine itu berhubungan dengan agama tertentu. Sama sekali salah besar. Tidak ada agama apapun yang diakui di Indonesia merayakan Valentine. Semua agama yang ada di Indonesia tidak ada satupun yang merayakannya. Di gereja? Pura? Klenteng? Carilah tempat-tempat ibadah yang merayakan Festival Valentine. Jawabnya TIDAK ADA. Meski kata Valentine berasal dari nama Santo Valentine tapi Festival ini tidak ada hubungannya dengan gereja Katolik. Perayaan Valentine di era sekarang ini hanya ada di Pusat Perbelanjaan, Restauran, dan tempat-tempat komersil.

Seperti halnya yang tertulis dalam berbagai literartur asal muasal perayaan Festival Valentine dimulai pada abad ke 3 setelah Masehi, dirayakan pada tanggal 14 Februari, hari dimana terbunuhnya Santo Valentine. Yang dianggap sebagai martyr karena keyakinannya akan pentingnya sebuah perkawinan, cinta dan keluarga. Perayaan ini dilakukan oleh orang-orang Romawi yang masih mempercayai Dewi Juno. Juno adalah saudara dan sekaligus isteri dari Dewa Romawi Jupiter, karenanya dianggap sebagai ratu para dewa-dewi Romawi. Dewi yang melambangkan ‘perkawinan’, ‘cinta’, ‘kehamilan’ dan ‘kelahiran anak’. Persembahyangan pada kuil Dewi Juno dilakukan dengan membuat persembahan berupa bunga seperti persembahyangan pada kuil Juno pada bulan Juni.

Begitu dahsyatnya Fsetival ini mempengaruhi orang sedunia tidak lebih karena ‘cinta’, ‘perkawinan’, ‘keluarga’, ‘kehamilan’ dan ‘kelahiran anak’ adalah bagian kehidupan manusia sejak dulu. Tapi apa yang kita lihat makna dari Festival Valentine di era sekarang sudah melenceng jauh dari tujuan awal makna perayaan festival itu sendiri. Dan seperti yang saya jelaskan di atas sekarang Festival Valentine ini adanya hanya di super market, mall dan restauran. Tidak lebih dari even komersial semata.

Jadi, kita bisa memilih mau ikutan Festival Valentine atau tidak. Tidak ikutan-ikutan juga sebenarnya tidak ada hubungannya bahwa artinya seseorang itu bertentangan dan anti dengan ‘perkawinan’, ‘cinta’, ‘kehamilan’, ‘kelahiran anak’ dan ‘keluarga’.


Leave a comment

Cokelat berhadiah kondom

SONY DSC

Ada yang sibuk bikin promosi Valentine Day dan sebagian sibuk promosi menentangnya. Sekarang kelihatan lebih ramai memperdebatkannya bukan karena dulu Valentine Day tidak existing tapi karena dulu system komunikasi belum seperti sekarang. Dulu jaman masih ABG umur 13 tahun kita juga sudah kenal apa itu Valentine Day dan sekarang usia saya sudah setengah abad, jadi Valentine Day di Indonesia sebenarnya bukan barang baru. Saya atau kita remaja dulu mengenal Valentine Day dari majalah-majalah remaja seperti Gadis, Hai, Mode Indonesia. Dulu media hanya lewat Koran dan majalah, bedanya jurnalistik sekarang lebih banyak medianya itu yang bikin nampak lebih ramai dan heboh.

Jadi tertarik juga untuk mengulas dan mengenang Valentine Day masa lalu. Teringat lagi waktu masa pertama-tama naksir cowok di usia 13 tahun. Sangat normal dan terjadi hampir semua anak baru gede mengalami fase-fase itu. Teringat pernah menulis puisi-puisi cinta, meski tidak ingat lagi isinya, pasti malu kalau baca sekarang. Berharap tidak ada yang membaca tulisan-tulisan itu di halaman belakang buku sekolah. Jaman remaja tahun 70-an dulu tidak ada yang jual kartu valentine tapi bukan berarti VD tidak exist. Jaman dulu bukan cuma kartu VD yang langka kartu-kartu lain juga dan kita remaja dulu biasa membuat sendiri kartu-kartu ucapan. Kadang ada majalah yang memberi bonus kartu VD dengan gambar-gambar kartun.

Remaja mulai tertarik lawan jenis juga hal yang biasa. Masa SMP aku dulu juga ada naksir teman cowok dan aku tahu ada teman-teman cowok yang juga naksir aku. Pernah dulu aku buat kartu Valentine dan berkhayal untuk mengirim kartu buat anak cowok yang aku taksir itu. Berharap ada juga yang mengirimkan kartu dan berkata „ will you be my valentine“. Hahaha… tapi tidak ada satupun cowok yang naksir itu mengirimi kartu apalagi kirim cokelat dan sekuntum mawar merah. Sebagai cewek tahan gengsi untuk tidak mengirimi kartu lebih dahulu. Masih takut pacaran juga. Takut pelajaran sekolah kacau karena mikirin pacaran. Ketika hari Valentine lewat tidak ada kartu dan kartu bikinan sendiri akhirnya cuma jadi sekedar kerajinan tangan.

Beberapa hari lalu ada berita heboh tentang kondom hadiah setiap membeli dua batang coklat di jaringan minimarket Indomaret dan Alfamart. Masyarakat heboh karena takut anak-anak remaja terlalu dini mengenal sex. Kalau aku ingat-ingat kembali dulu pertama kali tahu kondom juga pas di SMP. Malah tahunya dari teman-teman sekelas. Ada anak cowok yang meniup sebuah balon warna biru. Lalu teman-teman cewek mulai berteriak-teriak seperti anak babi. Terus aku tanya kenapa sih ribut. Ada teman cewek yang memberitahu bahwa balon yang dibuat mainan itu bukan balon biasa. Itu kondom. Aku penasaran sekali dan tanya teman kok mereka tahu kalau itu kondom. Lalu teman memberikan penjelasan kalau di bagian ujung balon itu ada yang ‘nyenil’ seperti puting payudara maka itu kondom bukan balon hiasan pesta. ‘Oooo’ baru tahu deh. Bagaimana mereka bisa dapat benda itu tidak ada yang berterus terang. Tapi toh pada intinya bisa juga benda seperti itu jatuh ke tangan anak remaja baru gede.

Usia 13 atau 14 tahun pertama kali menstruasi buat yang cewek sementara anak cowok sudah disunat dan mulai tumbuh kumis. Organ sexual berkembang dan keinginan sexual juga mulai muncul. Keinginan untuk melakukan sex itu normal sekali. Kenapa orang tua sekarang harus menjadi ketakutan jika anak-anak remajanya mulai tumbuh ‘keinginan’ itu?. Dulu kita-kita juga bermimpi mendapatkan first kiss dari cowok idaman pada saat Valentine tapi nyatanya tidak berani mendekati cowok itu, melakukan bersentuhan saja tidak berani apalagi sampai berciuman, akhirnya hanya mimpi basah… hahaha.

Dari semua catatan di atas dan kenangan VD masa remaja tahun 70-80an pada dasarnya Valentine Day bukan barang baru yang mesti ditakuti oleh orang tua untuk anak remajanya. Pada dasarnya perayaan Valentine juga hanya perayaan biasa saja, yang sebenarnya dimanfaatkan untuk menjual mimpi dan khayalan, hanya event komersil tidak ada lain. Sekarang ini bukan hanya Valentine Day yang jadi begitu komersil, Perayaan Ulang Tahun, Lebaran, Natal, Tahun Baru Masehi, Tahun Baru Imlek, bahkan kalau bisa acara Ultah kucing kesayangan dibuat perayaan dan dikomersilkan luar biasa. Yang kita lawan sebenarnya adalah dunia kapitalis dan pedagang yang mengkomersilkan berbagai acara itu. Bagaimana melawannya? STOP BUYING, WE DON’T NEED IT.


Leave a comment

Konsep Halal dan Haram

Baca di internet sebuah tulisan berita tentang pameran makanan halal. Dalam tulisan itu si wartawan menulis kutipan yang mengatakan bahwa, “Sholat dan doa kita tidak akan diterima Allah jika ada makanan yang haram di perut kita”.  Kalimat ini sungguh menggelitik saya untuk menuliskan apa yang menjadi konsep makanan halal dan haram dalam pemikiran saya. Entah kyai mana yang mengajarkan itu, atau saya kira pengutip kata-kata itu mempunyai pengertian dan konsep yang salah dalam memaknainya. Kalimat itu sungguh menyesatkan dan membodohkan publik kalau kita bicara soal makanan. Tapi kalau kita bicara persoalan harta yang halal dan haram cara mendapatkannya barulah pas. Tapi jika kita membicarakan soal jenis makanan yang kita makan tentulah kalimat itu tidak pas.

Saya bukanlah seorang ahli agama tapi saya meyakini agama saya dan mencoba menjalankan dengan sebaik-baiknya apa yang mampu saya lakukan seperti apa yang diajarkan oleh agama saya agama Islam. Dalam agama Islam kita diperintahkan untuk makan makanan yang baik-baik saja. Itu semua bukan untuk Allah tapi untuk kebaikan diri kita sendiri. Kita juga diajarkan bahwa Allah itu adalah pemilik segalanya Dia tidak meminta sedikitpun dari hambaNya, semua yang Allah perintahkan kepada umat manusia adalah semata-mata untuk kebaikan manusia. Demikian juga makanan-makanan yang dinyatakan haram untuk kita memakannya, hal ini bukanlah untuk Allah melainkan karena makanan tersebut tidak baik bagi kesehatan kita.

Kenapa daging babi itu haram untuk dimakan, mungkin rasanya enak, tapi yang enak itu belum tentu baik. Ambil sekerat daging babi, daging sapi, daging unta, daging kambing, daging ayam, ikan, berbagai macam daging, letakkan di atas meja, diamkan saja dan perhatikan manakah yang lebih cepat membusuk. Daging babi itu kalau tidak cepat-cepat mengolahnya setelah disembelih akan cepat sekali busuk, paling cepat dari semua jenis daging hewan yang biasa dimakan manusia. Karenanya menghindarinya adalah yang terbaik. Kenapa alkohol itu haram? karena dalam alkohol apalagi yang dibuat sembarangan, sering terdapat kandungan bahan methanol yang sangat berbahaya, merusak syaraf otak, dan bisa menyebabkan kebutaan. Jadi jelas sekali apa-apa yang diharamkan oleh Allah itu karena memang tidak baik untuk tubuh dan kesehatan kita.

Didalam era modern ini makanan yang tidak halal semakin banyak, bisa jadi itu tidak haram hanya saja tidak halal, tidak baik bagi kesehatan manusia. Manusia bereksperimen dengan berbagai hal dengan mengubah berbagai bahan makanan dengan teknologi. Manusia mencoba merekayasa makanan dengan menambahkan zat-zat kimia ke dalam makanan, seperti pengawet kimia, anti jamur dan sebagainya, pewarna, pemanis buatan dan lain-lain. Apa yang manusia perbuat itu bukanlah membuat makanan menjadi lebih baik untuk dimakan tapi justru memperburuk. Dan kita memakan makanan yang tidak ada manfaatnya bagi tubuh kita. Ilmu manusia itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan ilmu Allah. Jadi sebaik-baik makanan itu ya yang se-natural mungkin seperti sayuran dan buah-buahan organik. Allah memerintahkan kita untuk memelihara binatang ternak dan menanami halaman dan kebun-kebun kita dan memakan apa-apa yang dihasilkannya.

Yang paling parah adalah apa yang terjadi di Indonesia seperti contohnya beras yang diberi pemutih. Beras yang kurang putih kurang disukai dan harganya lebih rendah maka pedagang yang jahat dan culas mengubah beras yang kurang putih dengan memberi bahan pemutih agar beras menjadi putih. Kalau mereka orang Islam sungguh mereka tidak tahu apa yang diajarkan oleh agamanya dan mereka sungguh jahat dengan membuat saudara-saudaranya sesama umat Muslim memakan makanan yang tidak halal. Bahan-bahan kimia yang untuk makanan saja kurang baik apalagi bahan kimia yang bukan untuk makanan. Bahan kimia yang bukan untuk makanan dalam akumulasi yang banyak akan merusak organ-organ dalam tubuh. Bayangkan orang yang membeli kadang tidak tahu kalau beras putih yang dibelinya ternyata mengandung pemutih. Tidak tahu bahwa mereka lama-lama akan menderita sakit karena memakan beras itu. Sungguh-sungguh mereka orang yang jahat, semoga mereka mendapatkan petunjuk.

Larangan memakan makanan haram bukanlah untuk kepentingan Allah tapi untuk kepentingan diri kita sendiri. Allah melarang kita untuk memakannya karena Dia mencintai umat Nya. Semoga tulisan konsep halal dan haram untuk makanan dari pemikiran saya ini bisa bermanfaat untuk yang membacanya, juga menghindarkan kita dari makanan-makanan yang haram dan tidak halal.