Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

Never too old to learn

Leave a comment

Sudah lama aku berangan-angan untuk belajar surfing. Sebenarnya aku juga sudah sering surfing tapi yang aku lakukan adalah windsurfing. Surfing di ombak dan Windsurfing adalah genre yang berbeda. Yang disebut surfing dalam watersport di dalam perkembangannya tumbuh menjadi beberapa cabang. Surfing di laut awal-awalnya hanya menggunakan sebilah papan luncur disebut sebagai Surfing. Pada perkembangannya kemudian sailing, aka menggunakan layar, dan berselancar di atas papan selancar disebut sebagai windsurfing. Lalu ada pula watersport dengan sebutan Kitesurfing. Yang disebut Kitesurfing adalah surfing menggunakan papan selancar dengan bantuan kite, atau layangan, meski bentuknya bukan seperti layangan tradisional, papan untuk luncurannya juga lebih mendekati bentuk papan wakeboarding. Itulah olah raga Surfing, masih banyak macam surfing-surfing yang lain. Selama ini aku windsurfing di open water tapi kondisi flat water, riding the small dune in the wave tapi belum berani benar-benar bermain-main ombak.

Meski sering membicarakan niat untuk belajar surfing, tadinya angan-angan ini cuma sekedar wacana saja. Berangan-angan untuk membuat progress pada kemampuan windsurfku, to the next level, untuk wave riding atau wave sailing seperti Jason Polakov. Windsurfing dengan bermain-main dengan ombak di laut berselancar di bibir ombak. Kemampuan bermain di ombak sudah termasuk sebagai advance windsurfer, berarti di atas level 5. Tapi sepertinya aku cuma omdo, dan tidak pernah benar-benar berusaha untuk mewujudkan angan-anganku, sampai beberapa hari lalu tiba-tiba aku mendapatkan tawaran free lesson dari Ripcurl School of Surf yang di Legian. Dasar mental gratisan hahaha. Terima kasih Ripcurl.

Saat saya tulis ini sedang berlangsung program sertifikasi instruktur untuk surfing di RSOS Legian Bali, dan mereka memberikan free lesson pada yang berminat belajar surfing untuk peserta program sertifikasi itu. Tanpa pikir panjang saya mengajukan diri menjadi model student. Belakangan setelah mendaftar sebenarnya aku agak sedikit minder juga karena pendaftar-pendaftar lain ternyata semuanya muda-muda. Aku satu-satunya yang sudah oma-oma. Malu juga kalau nggak nyampe otak ini untuk menangkap semua instruksi pengajar meski cuma sekedar belajar surfing. Kasihan juga kan yang lagi mengejar sertifikasi, big challenge ngajarin orang yang sudah dedel otaknya.

Akhirnya never too old to learn, hanya butuh komitmen untuk hadir di kelas, dan selebihnya semesta mendukung. Mendapatkan instruktur yang baik memungkinkan aku mendapatkan ombak pertamaku. Meski masih jauh perjalananku untuk menjadi wave rider.

 

Advertisements

Author: hennybrunner

Dulu kala saya pernah sempat bercita-cita menjadi guru, mungkin sekarang saya tidak menjadi guru di sekolah tapi menjadi guru dalam kehidupan. Kalau dibaca semua, kebanyakan dari artikel-artikel yang saya tulis dalam site ini berkesan menggurui, maka anggaplah saja saya ini memang guru, Guru Kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s