Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

Berdamai dengan Leukemia, part 1

Leave a comment

Flashback dengan kejadian lebih kurang satu tahun yang lalu. Aku mencoba mengingat-ingat semua kejadian yang berhubungan dengan penyakit suamiku. Mungkin saja catatan ini berguna untuk orang lain. Baik itu gejala-gejala yang dia alami hingga akhirnya vonis penyakit ditetapkan.

Desember 2013 libur natal dan tahun Hans mulai merasakan sakit yang sangat akut dibagian low back, pinggang dan punggung. Kesakitan yang luar biasa dia rasakan, tapi dia masih saja terlalu bersemangat dengan toko, kita bahkan pergi ke Bangkok untuk mengambil 4 buah papan windsurf. Kesakitan yang dia rasakan seperti semacam low back pain, sakit punggung akibat saraf kejepit. Kita sempat pergi ke seorang dokter syaraf di rumah sakit Wangaya di jalan R. Kartini – Denpasar. Dan kita menyambangi juga tempat praktiknya di Apotik depan Samsat Denpasar.

Dokter syaraf tersebut hanya melakukan pemeriksaan visual dan mencoba Hans dengan beberapa gerakan di atas tempat tidur seperti pemain sepak bola yang sedang melakukan gerakan streching. Tentu saja Hans kesakitan. Kita tanya apakah perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, rontgen, tes darah atau apapun, tapi dokter hanya berpedoman pada penyakit yang umum. Kata si dokter tak ada yang bisa dilakukan, untuk low back pain, karena itu sakit yang normal untuk orang-orang usia di atas 60 tahun. Dokter tidak meminta pemeriksaan lanjutan hanya memberikan resep obat untuk penahan rasa sakit.

Sebenarnya aku selalu meyakinkan Hans kalau sakitnya bukan sekedar low back pain. Setiap malam dia mengeluh sakit yang amat sangat aku coba lakukan massage ringan dan berusaha mencari bagian yang sakit di punggungnya. Tapi setiap saat letak bagian yang sakit berubah dari dari waktu ke waktu. Terkadang tepat di tulang ekor, kadang pinggang, kadang lebih ke atas, atau kadang di panggulnya. Aku selalu bilang: ‘you have problem with your bone marrow’. Perkataanku itu bukan cuma sekali dua kali. Dari sejak tahun-tahun sebelumnya dia pernah sakit juga di area ‘low back’ hanya sakitnya kadang-kadang saja timbulnya. Bahkan sempat juga karena ada batu di ‘urinal track’. Batu sebesar biji zaitun keluar dari penisnya. Sehingga sempat berbagai opini muncul untuk sakit di punggungnya itu.

Melihat lebih jauh sebelum tahun 2013, mulai 2009 hingga 2012 Hans juga sering mengalami hal-hal yang janggal untuk kesehatannya. Tiba-tiba dia merasakan kepala puyeng seperti mau pingsan. Atau tiba-tiba seolah mendapatkan serangan jantung. Dan keadaan seperti ini makin sering terjadi di tahun 2013. Tapi setiap kali dilakukan general check up, tes darah lengkap, juga ECG test, hasilnya sangat normal. Sungguh aneh hasilnya justru sangat baik untuk orang seusia dia. Bahkan bisa dibilang tes kesehatannya menunjukkan hasil yang sangat sempurna untuk seseorang dengan usia lanjut.

Kembali ke akhir 2013, awal 2014. Sakit punggung yang dialami Hans begitu akut. Sakit dirasakan ketika jalan, ketika duduk di dalam mobil, ketika mobil bergoyang sedikit melewati lubang sangat kecil atau jalanan yang sedikit bumpy. Dia sangat marah karena kesakitan yang luar biasa. Dia memarahi aku karena dia pikir aku tidak berhati-hati di jalanan yang bumpy, sementara ego-nya tidak mau istirahat. Masih saja terlalu anthusias melakukan banyak hal.

Sepulang liburan di Bali pertengahan Januari Hans kembali ke Tripoli Libya. Aku cuma berpesan untuk melanjutkan pengobatan di Libya. Karena Hans kenal banyak rumah sakit, dokter dan terapis di Libya. Selain itu dia mempunyai asuransi di sana. Intuisiku mengatakan dia harus secepatnya mencari tahu sebab-sebab sakit di punggung dan panggulnya yang tidak biasa menurutku. Dia harus mencari pengobatan yang terbaik secepatnya.

Advertisements

Author: hennybrunner

Dulu kala saya pernah sempat bercita-cita menjadi guru, mungkin sekarang saya tidak menjadi guru di sekolah tapi menjadi guru dalam kehidupan. Kalau dibaca semua, kebanyakan dari artikel-artikel yang saya tulis dalam site ini berkesan menggurui, maka anggaplah saja saya ini memang guru, Guru Kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s