Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

‘Kok seperti mau ikut ngatur negara’

1 Comment

Suatu hari ada teman kuliah di Undip, Henri Yap, yang posting status di lamannya di sebuah social media. Dia menulis komentarnya perkara urusan-urusan besar bangsa ini, problematika yang ada di Indonesia, yang setiap hari selalu saja ada isu-isu baru, persoalan yang memang menggelitik, suka bikin gemes, bikin pengen marah, juga bikin puyeng. Sebenarnya tidak ingat juga kasus apa yang dia tulis waktu itu. Yang menggelitik saya justru ada teman lain yang menanggapi di kolom komentar, ‘ngapain pagi-pagi sudah ngomong soal begituan, kok se-olah-olah kita ini mau ikut ngatur negara, dari pada pusing lebih baik nyari duit aja‘.

Apa jadinya kalau kebanyakan masyarakat apatis dan cuek bahkan tidak tahu menahu persoalan-persoalan besar bangsa ini?

Tapi itulah yang terjadi di Indonesia. Sistem demokrasi kita ini terbalik-balik. Posisi ‘government‘ atau kalau di dalam Bahasa Indonesia terjemahannya ‘pemerintah’, justru adalah pihak yang tertinggi di dalam struktur negara, meskipun katanya dipilih oleh rakyat. Mereka, orang-orang yang duduk di parlemen sebagai wakil rakyat pada umumnya tuli dan buta persoalan bangsa, mereka tidak bisa menangkap dan mendengar apa yang sedang bergejolak di dalam masyarakat. Akibatnya mereka tidak bisa membuat kebijakan dan aturan yang sesuai dengan keadaan yang aktual. Rakyat ketakutan kalau harus berhadapan dengan pemerintah, rakyat berharap belas kasihan pemerintah, bukan sebagai pihak yang mempunyai kuasa untuk mengarahkan kebijakan negara.

Ini yang menurut saya perlu diluruskan. Soal kedudukan rakyat di dalam sebuah negara demokrasi.

Di negara maju yang menggunakan sistem pemerintahan demokrasi, maka kedudukan masyarakat dan rakyat itu adalah dalam posisi yang tertinggi. Artinya rakyatlah yang mengatur negara ini. Dan kedudukan society dan people power itu adalah menurut keadaan yang sebenarnya, rakyatlah yang mengatur negara, pemerintah itu adalah abdi negara, dibayar diberi gaji supaya apa yang dikehendaki rakyat dan society dapat berjalan dengan baik. Tugas wakil-wakil rakyat dalam parlemen adalah mengamati, mendengarkan dan mengangkat isu-isu yang beredar di dalam masyarakat, untuk kemudian menganalisanya dan merumuskannya di dalam aturan dan kebijakan dari perkembangan isu-isu yang ada tersebut. Parlemen bekerja untuk terus mendengarkan isu-isu dan problematika di dalam masyarakat dan society, bekerja dan berpikir untuk menganalisanya, merumuskannya dan menentukan kebijakan. Sesudahnya adalah tugas pemerintahan dan keamanan untuk menjalankan aturan dan kebijakan yang merupakan amanat dari parlemen/ wakil rakyat. Pemerintah, mereka hanyalah abdi dan pekerja yang memastikan bahwa kebijakan dan ketetapan yang sudah dirumuskan bersama oleh wakil rakyat di dalam parlemen bisa berlangsung lancar dan tertib.

Maka dengan demikian masyarakat memang harus tanggap. Masyarakat harus cerdas memikirkan nasib mereka. Masyarakat harus paham persoalan apa yang sedang terjadi di masyarakat. Masyarakat lah yang harus mengangkat isu-isu dan persoalan, diusulkan, agar dibicarakan dalam pertemuan wakil-wakil rakyat. Kalau masyarakat apatis, cuek, bahkan tidak tahu keadaan diri masyarakat dan society nya itu bagaimana mereka bisa mengatasi persoalan-persoalan dalam negara ini. Kalau ada yang berbicara mengenai urusan-urusan besar negara ini berarti mereka berpikir untuk kepentingan masyarakat dan society. Bukan berarti ingin mengambil peran sebagai pemerintah. Memang rakyatlah yang mengatur negara ini di dalam negara demokrasi, dan bukan pemerintah.

Advertisements

Author: hennybrunner

Dulu kala saya pernah sempat bercita-cita menjadi guru, mungkin sekarang saya tidak menjadi guru di sekolah tapi menjadi guru dalam kehidupan. Kalau dibaca semua, kebanyakan dari artikel-artikel yang saya tulis dalam site ini berkesan menggurui, maka anggaplah saja saya ini memang guru, Guru Kehidupan.

One thought on “‘Kok seperti mau ikut ngatur negara’

  1. Terimaksih informasinya ngan. sukses selalu gan. http://goo.gl/3eNNVI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s