Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

SERAGAM

Leave a comment

Saat ini orang pakai seragam bukan cuma untuk Pramuka, anak sekolah, tentara, pegawai pemerintah, atau buruh pabrik. Fenomena seragam sekarang ini sudah merasuk kedalam berbagai aktifitas sosial, pengajian hingga pesta perkawinan. Dalam lingkungan keluargapun memakai seragam. Sampai-sampai ada orang yang tidak punya pakaian lain dalam lemari pakaiannya selain dari pakaian seragam.

Saya ngomongin seragam ini gara-gara ingat habis dapat kaos seragam dari acara reuni dengan teman-teman sekolah dulu. Sumpah saya paling benci dengan yang namanya seragam. Sebenarnya kasihan loh sama orang yang juga sudah repot-repot memikirkan soal seragam itu. Sudah susah-susah belum tentu semua bisa menerima idenya, atau untuk menyukai warna pilihannya. Misalnya orang dengan kulit gelap pasti tidak nampak menarik dengan warna ungu yang gelap. Orang itu akan nampak lusuh dan semakin gelap. Orang itu tidak akan merasa senang dengan apa yang harus dia pakai. Itu baru soal warna, belum lagi soal modelnya, atau kalau kaos soal ukuran dan bentuknya.

Fenomena pakaian seragam ini buat saya sangat menyebalkan. Kita sebagai individu tidak lagi bisa diterima dalam sebuah kelompok sosial dan sebuah komunitas jika tidak menggunakan pakaian SERAGAM. Semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang menjadi semboyan orang Indonesia cuma ada dibibir saja. Tidak ada bangsa yang sangat suka sekali dengan pakaian yang seragam dalam aktifitas sosialnya selain orang Indonesia. Benar-benar bertolak belakang dengan semboyannya.

Dengan fenomena pakaian yang selalu seragam dimana-mana dan dalam berbagai kegiatan ini menjadikan seseorang tidak lagi bisa mengekspresikan diri dengan selera dan pilihan pribadinya, style yang diinginkan. Tidak ada lagi kebebasan individu. Kepercayaan diri seseorang juga hilang karena merasa tidak diterima dalam sebuah lingkungan, kelompok sosial dan komunitas jika tidak memiliki seragam yang sama. Orang tidak lagi dapat diterima apa adanya.

Advertisements

Author: hennybrunner

Dulu kala saya pernah sempat bercita-cita menjadi guru, mungkin sekarang saya tidak menjadi guru di sekolah tapi menjadi guru dalam kehidupan. Kalau dibaca semua, kebanyakan dari artikel-artikel yang saya tulis dalam site ini berkesan menggurui, maka anggaplah saja saya ini memang guru, Guru Kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s