Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

Belajar nyupir

Leave a comment

Mengendarai mobil adalah keahlian yang harus kita pelajari. Tidak harus memiliki mobil, tidak harus menjadi sopir, tapi jika kita punya kemampuan untuk mengendarai kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat maka kita sedikitnya sudah mengurangi boundary yang membatasi kehidupan kita.

Saya sudah lama melewati fase belajar mengendarai mobil dan motor. Tapi saya melihat orang-orang disekitar saya sepertinya proses belajar mengendarai ini sering menjadi kendala bagi sebagian orang, terutama wanita yang sudah berumur. Banyak orang menyangka saat belajar yang tepat hanya pada saat usia muda, padahal itu tidak benar. Kita bisa belajar sesuatu dalam usia berapapun. Saya belajar selancar layar pada usia 40 tahun, dan tidak masalah, sepanjang kita tahu bagian apa dari bagian tubuh ini yang perlu kita latih untuk bisa melakukan sesuatu.

Itu sebabnya saya ingin berbagi pengalaman saya. Kali ini khusus untuk belajar mengendarai kendaraan bermotor, motor dan khususnya mengendarai mobil.

Tempat-tempat kursus menyetir di Indonesia umumnya hanya memberikan paket kursus selama 5 jam, belajar setir mobil dengan pelatih. Kemudian kong kalikong dengan oknum polisi, lembaga kursus nyetir bisa memberikan ujian untuk mendapatkan SIM.

Memang benar tidak masuk akal bahwa kursus 5 jam bisa membuat orang yang semula tidak bisa menyetir lalu jadi bisa. 5 jam ini sebenarnya hanya cukup untuk mengetahui hal-hal yang paling mendasar saja. Basic menyetir, maju, mundur, kondisi tanjakan, parkir sejajar, parkir T. Waktu kursus 5 jam biasanya dibagi menjadi 5 kali pertemuan.

Karena paket 5 jam memang tidak cukup maka banyak orang kemudian mengulang lagi dengan mengambil paket 5 jam lagi. Sebagian besar orang juga berpikir mereka harus melakukannya 1 jam lebih bahkan sampai 2 jam setiap kali pertemuan.

Ada yang perlu kita ketahui agar belajar menyetir menjadi efektif adalah bahwa proses belajar menyetir itu proses merubah mindset, merubah kebiasan, dan melatih gerakan reflek. Kata mutiara yang paling tepat adalah “Kita bisa karena BIASA”. Kebiasaan muncul dari kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang.

Begitu juga dengan menyetir, kita harus melakukannya berulang-ulang, repeating. Setiap saat bahkan setiap hari. Itu akan melatih reflek dan alam bawah sadar kita. Waktu setengah jam setiap kali apabila rutin setiap harinya akan menjadikan sebuah kebiasaan. Semakin rutin akan semakin biasa.

Advertisements

Author: hennybrunner

Dulu kala saya pernah sempat bercita-cita menjadi guru, mungkin sekarang saya tidak menjadi guru di sekolah tapi menjadi guru dalam kehidupan. Kalau dibaca semua, kebanyakan dari artikel-artikel yang saya tulis dalam site ini berkesan menggurui, maka anggaplah saja saya ini memang guru, Guru Kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s