Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

Berkaca pada kasus Dul

Leave a comment

Semua orang menghujat Ahmad Dhani, ‘nggak becus ngurus anak’, ‘anak masih bau minyak telon kok dikasih mobil, mentang-mentang kaya’…. ‘keluyuran malam-malam, katanya nganterin pacarnya pulang… gara2 broken home anaknya nggak bener’…. segala macem yang focus-nya hanya ke keluarga Ahmad Dhani. Hanya karena Ahmad Dhani orangnya sangat ‘belagu’

Wait a moment, kenapa kita nggak lihat kasusnya lewat sudut pandang yang lain… dan pada point dimana Dul pergi segitu jauh untuk nganterin ceweknya pulang….

Dul masih 13 tahun, teman ceweknya umur berapa? pasti ya segitu juga…. kemana dong orang tua anak cewek itu? Kenapa mereka tidak menjemput anaknya? cewek gitu loh…

Bisa saja Dul terpaksa mengantar si cewek karena sudah malam dan nggak mungkin membiarkan si cewek pulang sendiri. Kalau lihat no mobil Mitsubishi Lancer yang dipakai ber-plat no B 80 S AL… yang kalau di baca jadi BOS AL… kemungkinan besar mobil yang dipakai Dul malam itu milik kakaknya Si Al, anak pertama Ahmad Dhani, yang sudah cukup umur untuk punya mobil…

Dalam kecelakaan itu Dul ditemani oleh temannya, jadi sangat mungkin Dul pada saat itu tidak berani pergi sendiri makanya minta ditemani… jelas bahwa Dul mengantar si cewek karena terpaksa, si cewek harus diantar pulang karena sudah malam dan tidak ada keluarga-nya yang jemput.

Please, tolong lihat juga ke keluarga si anak cewek yang katanya pacarnya si Dul… kenapa anak cewek sudah lewat tengah malam belum pulang, kenapa tidak dicari dan dijemput? kenapa membiarkan orang lain mengurusnya?

Bisa jadi si Dul itu seorang anak remaja cowok yang sangat gentlemen, yang bersusah payah mengantarkan si cewek, meskipun dia belum punya SIM.

Advertisements

Author: hennybrunner

Dulu kala saya pernah sempat bercita-cita menjadi guru, mungkin sekarang saya tidak menjadi guru di sekolah tapi menjadi guru dalam kehidupan. Kalau dibaca semua, kebanyakan dari artikel-artikel yang saya tulis dalam site ini berkesan menggurui, maka anggaplah saja saya ini memang guru, Guru Kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s