Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

Swimming, Berenang, Ciblon…, Part 2

2 Comments

Sebelum saya lanjutkan tulisan mengenai belajar berenang dengan step-step berikutnya saya mau ulangi lagi, swimming atau berenang adalah life skill. Suatu keahlian yang sangat berguna dalam kehidupan ini dan bohong kalau hanya anak-anak yang bisa belajar berenang orang dewasa pun bisa dan tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Dan kesimpulan dari tulisan terdahulu :

Step 1, rubahlah mind set anda, bahwa anda dapat mengapung di dalam air seberapa dalampun dengan mengenali bagian tubuh mana yang dapat mengapung dan bagian tubuh yang menjadi penghambat.

Step 2, latihan di tepi kolam dengan menekan dada kebawah dan mengangkat bagian badan pinggang ke bawah (pinggul, bokong dan tungkai) ke atas permukaan air. Latihan menjaga kestabilan posisi tubuh ketika mengapung sambil memegang tepi kolam.

Baiklah sekarang saya akan lanjutkan dengan langkah-langkah berikutnya setelah anda menguasai langkah 1 dan langkah 2.

Step 3

Lakukan terlebih dahulu step 2 secara berulang-ulang sampai anda benar-benar merasakan lift up atau daya tekanan air ke atas yang mampu menahan tubuh pada posisi mendatar dipermukaan air. Posisi badan harus benar-benar stabil posisi pinggang ke atas dengan tubuh pinggang ke bawah maupun antara tubuh sisi kanan dan kiri. Jika terasa miring-miring dan tidak balance cobalah untuk mencari keseimbangan.

Pada langkah ke 3 ini setelah bisa menguasai tubuh dan memposisikannya mendatar dipermukaan dan menjaga keseimbangannya cobalah sedikit melepaskan genggaman pada tepian kolam. Dari genggaman erat rubahlah menjadi genggaman ringan menggunakan beberapa jari seolah-olah jari yang bermain piano atau bahkan hanya menggunakan satu jari.

Kembali lagi ke basic, dengan menggunakan kekuatan pikiran, rubah ‘mind set’ dengan membuat keyakinan bahwa tubuh anda ringan, dada menekan ke bawah dan panggul dan tungkai ke-atas, sekarang anggaplah tubuh anda sekarang seperti sebuah kapal yang mengapung, jagalah keseimbangan, depan – belakang – kanan – kiri.

Kekuatan pikiran untuk melakukannya dengan rileks akan memudahkan semua proses ini. Mungkin anda karena merasa rileks dan tidak kaku akan mulai sedikit menggerak-gerakkan kaki dan tangan untuk mencapai keseimbangan. Lepaskan perlahan-lahan pegangan pada tepian kolam. Woa laa anda sudah mulai mengapung.

Step 4

Ketika anda sudah mulai merasakan lift up seluruh torso pada permukaan air, bagaimana mencapai keseimbangan dan mulai melepaskan pegangan pada tepian kolam maka langkah ke 4 adalah memperbesar jarak dengan tepian kolam. Caranya dengan memulai berdiri lebih jauh dari tepian kolam.

Ketika berdiri dengan jarak yang lebih jauh dari tinggi tubuh cobalah lakukan hal yang sudah dikerjakan pada langkah terdahulu. Ketika tubuh mengapung cobalah menggerakkan tubuh untuk meraih tepian kolam. Dengan cara memanjangkan tubuh seperti ketika kita berusaha meraih suatu benda diatas kabinet atau lemari yang tinggi. Gerakan ini merupakan gerakan dasar untuk meluncur di atas permukaan air.

Lakukan berulang-ulang dan setiap saat perbaharui jarak dengan tepian kolam dengan posisi yang semakin jauh.

Step 5

Ketika step 4 sudah anda kuasai maka kini saatnya anda untuk bisa mengapung dan meluncur sejauh mungkin. Jangan dengarkan pendapat orang tentang gerakan-gerakan berenang ataupun style dari renang-renang seperti yang ada dalam pertandingan olah raga. Ketika pikiran anda tertuju pada pelajaran tentang gerakan-gerakan tersebut sebelum anda menguasai hal-hal yang mendasar maka konsentrasi anda akan buyar.

Kuasai dulu tubuh anda, mengapung, menjaga keseimbangan dan usaha menggerakan tubuh maju kedepan dengan cara yang alami dari dalam diri anda sendiri. Ini seperti mantra-mantra yang tanpa sadar mengubah semua kebiasaan seorang anak manusia untuk bertumpu di atas ke dua kaki, karena itu yang manusia pelajari pertama kali ketika lahir di bumi yaitu menegakkan tubuh. Ketika berada di air kita bukanlah mahluk mamalia dengan dua kaki melainkan mahluk mamalia yang lain yang menggunakan daya tekan air untuk bergerak mengapung atau menyelam dan menggunakan tubuh dari kepala hingga kaki.

Advertisements

Author: hennybrunner

Dulu kala saya pernah sempat bercita-cita menjadi guru, mungkin sekarang saya tidak menjadi guru di sekolah tapi menjadi guru dalam kehidupan. Kalau dibaca semua, kebanyakan dari artikel-artikel yang saya tulis dalam site ini berkesan menggurui, maka anggaplah saja saya ini memang guru, Guru Kehidupan.

2 thoughts on “Swimming, Berenang, Ciblon…, Part 2

  1. Kesulitan sy Jeng, waktu sdh terapung di air & posisi tengkurup. Saat ambil nafas, kaki otomatis turun ke dasar kolam, krn kepala harus melihat kedepan atau menoleh ke samping..

    • Iya, banyak teman saya yang punya problem seperti itu juga. Konsentrasi terbagi antara menjaga keseimbangan badan bagian depan yang secara natural mengapung dgn badan pinggang ke bawah yang membebani dan konsentrasi untuk mengambil nafas. Cobalah untuk lebih rileks, gerakkan bagian leher ringan2 saja seperti kalau kita lagi senam itu loh. Sama juga waktu belajar setir, saking tegangnya nggak berani nengak nengok. Jadi kuncinya ya rileks aja supaya kepala bisa nengak nengok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s