Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

Swimming, Berenang, Ciblon…. Part 1

Leave a comment

I said, it’s never too late to learn something.

Banyak orang berpendapat belajar berenang ketika sudah dewasa sulitnya minta ampun. Lebih baik belajar berenang itu sejak masih kanak-kanak. Well, bisa benar bisa juga tidak. Tergantung kemauan dan tentu tergantung siapa yang mengajari.

Anak-anak memang secara natural mudah beradaptasi dan menyerap hal-hal baru. Itu karena seorang anak di masa tumbuh perkembangan otaknya juga pada masa puncak dalam pertumbuhan otaknya. Itu sebabnya sangat bagus mengisi otak anak dengan berbagai ilmu di masa keemasan otaknya itu. Tapi orang dewasapun masih bisa untuk belajar sesuatu yang baru seperti halnya berenang ini.

Kalau memang sungguh-sungguh berniat untuk belajar maka silahkan baca terus tulisan saya ini karena saya akan tunjukkan step by step untuk mengatasi rasa phobia berada dalam air hingga akhirnya melakukan untuk pertama kali meluncur dalam air.

Metode yang saya buat untuk mengajarkan orang dewasa berenang ini saya sebut metode ‘Body and mind’. Dalam saya mengajarkan seseorang berenang saya tidak mengajarkan seseorang untuk menjadi atlet renang, melainkan hanya untuk ‘fun swimming’ atau orang Jawa menyebutnya ‘Ciblon’. Kalau ingin menjadi atlet renang sebaiknya datanglah ke ‘coach-coach’ renang yang pro.

Step 1

Orang dewasa pada umumnya lebih ‘alert’ terhadap adanya bahaya, lebih berhati-hati, dan karena kehati-hatian itu maka cenderung untuk menghindari hal-hal yang berbahaya termasuk pemikiran bahwa air bisa menenggelamkan. Pemikiran ini lah yang pertama-tama harus dirubah. Kita harus merubah dulu pemikiran tersebut dengan cara berpikir yang rasional, kita akan tenggelam jika air cukup dalam melebihi tinggi badan apabila kita tidak mampu mengapung. Kita mampu mengapung dan tidak tenggelam kalau kita tahu bagaimana cara membuat badan kita terapung-apung.

Setelah berhasil menguasai cara berpikir kita maka bisa pelajaran berenang dimulai. Setelah mempunyai keberanian untuk masuk ke dalam kolam renang masuklah kedalam kolam dengan kedalaman air sebatas pinggang terlebih dahulu. Kalau rasa ketakutan akan kedalaman air masih ada terlintas dalam pikiran maka bisa juga menggunakan pool yang lebih dangkal lagi, ‘kids pool’ dengan kedalam setengah meter atau sebetis. Ini yang pernah saya sarankan pada seorang teman, waktu itu usianya sudah di pertengahan usia 40-an, dan selama hidupnya tidak pernah berenang.

Step 2

Untuk kasus normal dimana seseorang tidak terlalu takut untuk masuk ke dalam pool dengan kedalaman air sebatas pinggang maka kita bisa memulai dengan memahami tubuh dan bagaimana  caranya membuat tubuh ini terapung.

Coach renang pada umumnya akan memulai pelajaran renang dengan cara meluncur dan kemudian berbagai penjelasan bagaimana menggerakan kaki atau tangan yang dapat membuat seseorang berenang. Percayalah hal ini tidak akan berhasil karena kecenderungan manusia untuk berdiri di atas kedua kakinya. Gaya tarik bumi juga akan secara otomatis memudahkan untuk selalu pada posisi tersebut.

Cara yang benar menurut saya adalah pertama memahami bahwa tubuh manusia ini sebagai dua bagian yang berbeda. Bagian atas tubuh yang penuh rongga itu seperti bahan kayu yang akan mengapung di dalam air dan bagian pinggang kebawah seperti batu yang akan langsung tenggelam ketika berada di dalam air. Maka kita harus benar-benar memahami keadaan tubuh kita dan bagian-bagiannya.

Ketika kita sudah memahami bahwa bagian tubuh atas dapat mengapung seperti sepotong kayu maka yang kita perlu lakukan adalah cara mengangkat bagian tubuh bawah yang seperti batu dengan mengimbanginya dengan bagian tubuh yang mengapung. Dengan berpegangan pada bagian tepi kolam cobalah rasakan bagaimana jika bagian dada ditekan kebawah dan bagian panggul dan kaki terangkat perlahan-lahan ketika kita mengingkari keinginan untuk berjalan di atas kaki, juga mengingkari gaya tarik bumi.

Pada kasus yang tidak normal seperti salah satu murid renang saya yang sudah dewasa dan masih merasa takut, saya membawanya ke dalam kids pool. Di pool dengan kedalaman sebetis itu saya minta dia untuk berbaring seperti sedang sunbathing. Selonjoran di dalam air dengan ditahan siku. Saya minta dia memikirkan seperti berada di dalam bath tub. Pelajarannya sama yaitu untuk merasakan bagian tubuh yang berat dan bagian tubuh yang mengapung. Dengan pertelekan pada siku perlahan-lahan berlatih untuk mengangkat bagian panggul dan kaki dan melupakan gaya tarik bumi.

Jadi langkah kedua ini adalah memahami bagian-bagian tubuh kita kemudian berlatih untuk membawa bagian panggul dan kaki keatas bagian permukaan air, menyeimbangkan tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah di dalam air.

Advertisements

Author: hennybrunner

Dulu kala saya pernah sempat bercita-cita menjadi guru, mungkin sekarang saya tidak menjadi guru di sekolah tapi menjadi guru dalam kehidupan. Kalau dibaca semua, kebanyakan dari artikel-artikel yang saya tulis dalam site ini berkesan menggurui, maka anggaplah saja saya ini memang guru, Guru Kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s