Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

Gosong tuh…. Jadinya… Gatot = Gagal Total

Leave a comment

Masak-memasak, terutama pastry dan kue-kue yang dioven pertama mencoba resep jarang terjadi langsung ‘succes story’. Yang sekarang ini masak kue selalu berhasil pasti juga dulunya pernah mengalami masa-masa kelam, alias bikin kue gosong dan mislek, bohong kalau nggak pernah mengalami itu.

Beda kalau masak dengan top cooking alias diatas kompor, yang bisa dengan mudah dikontrol apinya, menggunakan oven itu tricky, terutama kalau tidak ada lampu dalam ovennya. Buka tutup pintu oven untuk mengecek apakah sudah mencapai tingkat kematangan yang sesuai juga bakalan tidak bagus hasilnya apalagi untuk cake. Waktu yang tertulis dalam buku resep atau dari resep yang kita download di internet juga belum tentu pas karena setiap oven kalau lain merek punya tingkah yang beda-beda.

Pasti semua mengalaminya, malu kalau percobaan pertama atau ada kue-kue yang tidak berhasil. Yang paling lucu itu waktu kita kecil-kecil dulu. Sebelum Hari Raya ibu sering buat kue-kue kering sendiri di rumah. ‘Kalau yang gosong-gosong, itu yang di toples tutup merah, boleh diabisin’, kata nyokap. Yang gosong-gosong suruh cepat-cepat dihabiskan, hehehe biar nggak lihat lagi apalagi sampai ketahuan orang, giliran yang bagus-bagus disayang-sayang, kadang diumpetin di lemari yang paling atas, jauh dari jangkauan anak-anak. ‘Jangan itu nanti buat kalau ada tamu’. Kalau jaman sekarang banyak ibu-ibu kalau bikin kue hasil bikinan yang bagus tidak boleh dipotong dulu, anak-anak suruh nunggu, difoto-foto dulu, mau di-up-load di Facebook, Tweeter, Youtube atau di blog.

Kemarin baru coba resep dapat dari majalah. Judul keren resepnya ‘Heidelbeer Pie mit Meringe’. Sebenarnya ini pie biasa, pakai isian susu yang dikentalkan dengan tepung plus semacam buah black berry dan atasnya diberi topping meringue. Adonan pie-nya basically sama dengan adonan pie lainnya. Filling susu-nya nothing, bukan hal yang terlalu complicated. Black berry-nya di-substitute dengan buah strawberry. Dalam hati wah bakalan jadi pie yang istimewa nih pakai meringue di atasnya.

Didalam resep tertulis setelah dioven 20 menit pie crust-nya lalu dikeluarkan, masukkan adonan filling susu-nya, plus buah berry-nya dan meringue toping-nya, kemudian panggang lagi 20 menit pada suhu 180 derajat celcius, biasanya ini ukuran panas untuk oven listrik maka kalau oven gas berarti pakai 160 derajat saja. Aku lakukan semua mengikuti persis seperti tertulis di resep. Tapi,…. setelah 20 menit ternyata meringue-nya gosong tuh. Luarnya gosong dan bagian dalamnya masih soft. Akibat suhu yang terlalu panas ketika pie-nya diangkat sesudahnya justru bagian tengah snow egg white-nya yang tidak mengering itu malah jadi meleleh. Parah… gagal total pie kali ini.

Pasti semua mengalami kalau mengikuti apa yang tertulis di resep pasti hasilnya tidak sesuai bayangan. Tapi bagaimana kita mau modifikasi sendiri kalau itu kita pertama kali mencoba suatu resep? Untuk kasus ini sebenarnya harusnya aku berpikir. Meringue itu cuma bisa kering kalau dipanggang dalam api yang rendah, jadi bagian dalamnya kering dan luarnya tidak gosong. Jadi next time tidak akan melakukan seperti yang tertulis di resep…. always like that, isn’t… 

Advertisements

Author: hennybrunner

Dulu kala saya pernah sempat bercita-cita menjadi guru, mungkin sekarang saya tidak menjadi guru di sekolah tapi menjadi guru dalam kehidupan. Kalau dibaca semua, kebanyakan dari artikel-artikel yang saya tulis dalam site ini berkesan menggurui, maka anggaplah saja saya ini memang guru, Guru Kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s