Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

Tinggal di Perbatasan

Leave a comment

Tidak terbayangkan kalau saya harus tinggal di daerah perbatasan Indonesia dengan negara lain, jangankan dengan negara lain perbatasan antar kota saja sudah masalah. Kehidupan masa kini sudah tidak bisa lepas dari kebutuhan akses telpon seluler dan internet, dan tinggal di daerah perbatasan adalah bagian lokasi yang selalu tertinggal dari kemajuan. Termasuk daerah-daerah perbatasan antara dua kota seperti antara kota Denpasar dan kota Gianyar.

Tinggal di perbatasan mencari sinyal 3G  /HSPA untuk akses internet yang tidak lelet merupakan sebuah perjuangan. Harus berjuang mencari kesana kemari dan juga harus berani malu. Diantaranya nongkrong internetan di depan minimarket yang akses internetnya bagus. Di daerah saya di dekat jalan raya Bypass Ida Bagus Mantra akses internetnya bagus. Tapi beberapa meter saja dari tepi jalan akses 3G sudah tidak ada, cuma dapat akses 2G yang sangat terbatas. Rumah tinggal saya sebenarnya tidak terlalu jauh masuk kedalam tapi tidak dapat sinyal. Jadi tidak bisa blogging atau sekedar main di jaringan social network. Jangankan akses internet untuk akses telephone selular saja juga terbatas, tidak semua sinyalnya bagus. Di rumah sebenarnya ada land telephone dan bisa pasang Speedy. Di jalan Bypass tidak jauh juga terpampang baliho iklan Speedy yang sangat besar, tapi waktu saya datang ke Telkom untuk pasang internet di rumah jawabnya untuk daerah saya masih waiting list. 😦

Mini market dekat rumah itu adanya di Bypass Ida Bagus Mantra. Beruntung mini market ini termasuk sangat baik, menyediakan kursi-kursi dan payung dibagian teras untuk pelanggannya. Karena tinggal di kompleks yang tidak jauh jadi pegawai minimarket tersebut sudah cukup mengenal saya. Masih bisa bermuka tebal dan berani malu untuk duduk-duduk di tempat itu sambil buka laptop meski tidak sedang belanja apa-apa di mini marketnya. Teman-teman dan tetangga-tetangga saja yang suka ngledekin. Kendala lain adalah waktunya terbatas, cuma selama baterai masih on. Kalau hujan dan angin juga tidak bisa internetan, dan kalau lagi di tengah-tengah meng-akses internet ternyata hujan berangin ya terpaksa harus minggir cari tempat berteduh.

Advertisements

Author: hennybrunner

Dulu kala saya pernah sempat bercita-cita menjadi guru, mungkin sekarang saya tidak menjadi guru di sekolah tapi menjadi guru dalam kehidupan. Kalau dibaca semua, kebanyakan dari artikel-artikel yang saya tulis dalam site ini berkesan menggurui, maka anggaplah saja saya ini memang guru, Guru Kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s