Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

Menuju RI 1 naik Komodo

3 Comments

Meskipun pengumuman pemenang N7W sudah ditetapkan 11.11.2011 jam 11:11 waktu Swiss yang lalu tapi saya tetap akan menentang dengan keras dan untuk selamanya tindakan pembohongan publik dengan vote sms yang memanipulasi rasa nasionalisme rakyat Indonesia. Memang nampak seperti menentang arus dengan menyuruh orang untuk tidak vote komodo untuk N7W. Tidak vote bukan berarti tidak nasionalis. Dan inilah alasan-alasan yang saya yakini lebih masuk akal dari pada mengikuti ajang vote N7W tersebut.

I don’t care who the F*** N7W. Kalau memang mereka mengganggap Taman Nasional Komodo dengan berbagai keistimewaannya layak sebagai salah satu N7W dan mereka memang dengan adil menilai semua kandidatnya ya silahkan saja. Yang menjadi alasan ketidak sukaan saya dengan ajang vote N7W yang ada di Indonesia adalah cara-cara pemenangannya. Ditambah adanya keterlibatan seorang politisi untuk pemenangannya.

Alasan P2K, yang nampak lebih tepatnya mempromosikan N7W ketimbang mempromosikan komodo, adalah demi kesejahteraan rakyat NTT. Kata mereka : jika Komodo dikenal luas di dunia melalui promosi N7W (padahal Komodo sudah dikenal di dunia sebelum N7W lahir) maka akan semakin banyak wisatawan yang datang ke Pulau Komodo dan ke NTT. Jika makin banyak wisatawan yang berdatangan maka makin sejahtera rakyat disana dikarenakan akan tercipta banyak lapangan pekerjaan.

Tapi jika orang berduyun-duyun mendatangi TNK, seperti layaknya orang berwisata ke Pantai Kuta – Bali, akan mampukah lingkungan di TNK tetap bertahan asli seperti sediakala?

Logikanya, yang nyata-nyata akan terjadi, adalah semakin banyak orang yang ingin mengunjungi pulau tersebut maka semakin banyak pula fasilitas yang diinginkan. Semakin banyak fasilitas dibuat maka semakin banyak manusia diperlukan untuk mengelolanya. Sementara luas pulau Komodo tidak mungkin bertambah. Yang akan terjadi adalah perambahan dan penjarahan lahan serta sumber-sumber alam pulau-pulau di sekitarnya bahkan yang masuk dalam kawasan TNK. Kita lihat saja apa yang nanti akan terjadi.

P2K, Emmy Hafizd, Meutia Hafizd, Jusuf Kalla dkk kalau mereka memang sangat peduli dengan komodo dan kelestarian satwa langka ini kenapa tidak satupun dari mereka ada yang bertindak terhadap kasus matinya beberapa koleksi satwa Komodo sebagai imbas dari kekisruhan pengelolaan KBS (Kebun Binatang Surabaya). Tidak ada satupun dari P2K yang bereaksi bahkan hanya sedikit untuk berbicara didepan wartawan TV mengenai hal tersebut. Mereka sibuk sendiri dengan agenda mereka sendiri. Jelas bahwa agenda mereka adalah to become a hero, untuk menjadi beken dengan menunggangi kasus ketika rezim dan pemerintah saat ini menyatakan mundur dari ajang N7W.

Kalau JK memang sangat peduli dengan kesejahteraan rakyat NTT kenapa tidak dari dulu ketika dia masih menjabat sebagai wakil presiden. Apakah yang sudah dilakukan JK terhadap propinsi NTT ketika dia menjadi wakil presiden. Adakah transportasi yang memadai di „““Flores. Pernahkah dia, JK, melakukan perjalanan darat dari Maumere menuju Labuhan Bajo? Melalui ‘Trans-Flores Highway’. Adakah penerbangan pesawat langsung dari Maumere ke Labuhan Bajo ataupun juga dari Kupang sebagai ibukota NTT ke Labuhan Bajo?

Ada penerbangan Denpasar – Labuhan Bajo dan ada penerbangan Denpasar – Maumere. Tapi masuk akal nggak kalau mau terbang dari Maumere ke Labuhan Bajo atau sebaliknya harus melalui Denpasar – P.Bali? Atau lebih gila lagi terbang Maumere – Kupang dulu lalu Kupang – Bima dan selanjutnya melalui ferry dari Sape di Sumbawa ke Komodo ataupun Labuhan Bajo.

Jika sesuai analisa P2K bahwa popularitas Komodo di dunia akan memakmurkan rakyat NTT maka seharusnya sudah ada hubungan perekonomian, komunikasi dan transportasi yang nyata antara Labuhan Bajo sebagai gerbang utama TNK dengan wilayah-wilayah lain di NTT. Kenyataannya tidak. Yang ada sekarang hubungan komunikasi, perekonomian dan transportasi adalah melalui Denpasar – Bali dan tidak melibatkan kabupaten-kabupaten lain di NTT. Bahkan ada gosip Ruteng dan kabupaten Manggarai sedang mewacanakan pembentukan propinsi Ruteng terpisah dari NTT. Jika ini benar terjadi lalu kapan rakyat NTT sejahtera?

Mensejahterakan rakyat NTT bukan dengan meng-eksploitasi Komodo apalagi TNK yang mengancam konservasi satwa Komodo itu sendiri. Kesejahteraan rakyat NTT seharusnya dengan menciptakan hubungan komunikasi, perekonomian dan transportasi dari kabupaten di NTT satu dengan lainnya. Pulau Flores jauh lebih luas dari pulau Bali. Potensi wisata di ‘Cabo da Flores’ yang artinya ‘Cape of Flowers’, sangatlah banyak baik pemandangan alamnya maupun budayanya, diantaranya: Kelimutu, Riung, dan Bajawa. Ini dulu yang dieksploitasi serta menyediakan infrastruktur berupa jalan yang memadai (the real Trans-Flores highway, seperti jalan tol Jakarta – Bandung), listrik, dan air bersih. Jika infrastruktur jalan, listrik dan air bersih tersedia maka industri wisata akan tumbuh dengan subur di sana dan tercipta banyak lapangan kerja.

Advertisements

Author: hennybrunner

Dulu kala saya pernah sempat bercita-cita menjadi guru, mungkin sekarang saya tidak menjadi guru di sekolah tapi menjadi guru dalam kehidupan. Kalau dibaca semua, kebanyakan dari artikel-artikel yang saya tulis dalam site ini berkesan menggurui, maka anggaplah saja saya ini memang guru, Guru Kehidupan.

3 thoughts on “Menuju RI 1 naik Komodo

  1. I appreciate you sharing this blog.Thanks Again. Great.

  2. Pingback: κατασκευή ιστοσελίδας δωρεάν

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s