Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

Don’t Vote Komodo for New 7 Wonder of The World of Nature

Leave a comment

Komodo giant lizard

Yusuf Kalla mantan Wakil Presiden banyak dari warga Indonesia yang mengagumi dan menganggap beliau berhasil dengan baik ketika menjalankan kedudukannya sebagai wakil presiden saat itu. Beliau orang yang tegas dan bijak. Tapi kali ini beliau sepertinya memilih jalan yang salah. Beliau mendadak terlibat dalam kegiatan meng-gol-kan Komodo sebagai pemenang dalam pemilihan New 7 Wonder.

Siapa sih organisasi atau panitia penyelenggara New 7 Wonder ini? Gak kenal tuh! Mendapat pengakuan secara Internasional nggak? Coba tanya orang Eropa apakah mereka tahu? Orang Amerika., Afrika, China, Rusia. Tanyakan apa saja 7 Wonder of The World of Nature. Tidak ada orang yang bisa memberi jawaban secara pasti. Karena pemberian predikat tersebut berubah-ubah setiap saat berbagai periode dan berbagai versi.

Kalau sudah terpilih sebagai New 7 Wonder terus ada efek-nya? Apa ukurannya? Bagaimana mengukurnya? Lihat saja pemenang-pemenang terdahulu apakah ada perubahaan yang nyata ketika berhasil mendapatkan predikat 7 Wonder itu.
Setidaknya bangga dong kalau apa yg ada pada kita jadi 7 Wonder of The World, kata sebagian orang. Bangga terhadap siapa? Bukan…bukan kebanggaan yang kita perlukan tapi rasa syukur dan keseriusan untuk merawatnya.

Sebenarnya tidak masalah andaikan pemilihan 7 Wonder of The World ini dilakukan secara murni dan tidak melibatkan biaya besar bagi yang terpilih. Dan alangkah lebih baik lagi kalau mendapatkan award plus hadiah. Saudara-ku se-tanah air tahukah anda organisasi penyelenggara New 7 Wonder mereka itu tidak ubahnya hanya sebuah organisasi tidak bermodal mencoba menipu orang-orang se-dunia dengan membuat berbagai predikat 7 Wonder of the World.

Selayaknya pemberian predikat New 7 Wonder mirip dengan pemberian hadiah Nobel Prize yang memberikan penghargaan dan hadiah jutaan dollar. Cobalah dipikirkan hewan Komodo ini binatang yang amat sangat langka, seharusnya bukan hanya milik bangsa Indonesia tapi juga merupakan warisan dunia, tentunya layak untuk mendapatkan sumbangan biaya konservasi dari seluruh dunia, bukannya kita bangsa Indonesia malah harus membayar panitia penyelenggara New 7 Wonder. Pulau Komodo sebagai tempat konservasi memerlukan dana yang besar. Lebih baik biaya yg dibayarkan untuk terpilih sebagai New 7 Wonder digunakan untuk dana konservasi Komodo itu sendiri.

Yusuf Kalla, kalau memang banyak duit atau mau mencari dukungan rakyat NTT dan ingin masyarakat disana menjadi lebih baik dan lebih maju, buatlah sarana jalan, buatlah sarana sekolah, buatlah berbagai sarana yang bermanfaat, pelabuhan udara dn laut , stasiun-stasiun untuk angkutan umum, Rumah sakit, Pasar, Tempat peribadatan, tempat untuk bersosialisasi dan berbudaya, dan kemudian jalan lintas Flores dibuat nama Jalan Yusuf Kalla (untuk mengalahkan rekor Jalan Daan Mogot sebagai jalan terpanjang di Indonesia yang ada di DKI Jakarta), Sekolah SD SMP SMA Universitas Yusuf Kalla. Rumah sakit Yusuf Kalla. Pelabuhan Udara Yusuf Kalla. Stasiun Bus Yusuf Kalla. Mesjid Yusuf Kalla. Stadion Olah Raga Yusuf Kalla. Lapangan Sepak Bola Yusuf Kalla. Gedung Kesenian dan Teater Yusuf Kalla. Semuanya diberi nama Yusuf Kalla supaya anda dikenang. tidak akan ada yang protes.

Untuk menjadi maju dan beradab masyarakat NTT apalagi Komodo tidak perlu sebuah predikat New 7 Wonder dari sebuah organisasi dari Negara Antah Berantah sana. Tapi jika sarana masyarakat terpenuhi maka mereka akan menjadi maju dan orang yang berbondong-bondong datang ke NTT untuk melihat Komodo-pun tidak akan kecewa karena konservasi yang terjaga dengan baik karena masyarakatnya terdidik dan berpikiran maju ditambah dengan adanya sarana transportasi yang mudah sehingga mereka yang datang ke NTT bisa berwisata melihat tempat-tempat yang indah dan budaya yang indah di seantero NTT. Kesan yang baik akan memberikan cerita yang baik yang tersebar seantero dunia.

Advertisements

Author: hennybrunner

Dulu kala saya pernah sempat bercita-cita menjadi guru, mungkin sekarang saya tidak menjadi guru di sekolah tapi menjadi guru dalam kehidupan. Kalau dibaca semua, kebanyakan dari artikel-artikel yang saya tulis dalam site ini berkesan menggurui, maka anggaplah saja saya ini memang guru, Guru Kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s