Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

Balada TKW 1

Leave a comment

Suatu hari sekitar 8 – 9 tahun lalu di kawasan Indramayu, saya berada dalam sebuah angkot, baru saja mengambil uang proyek dari sebuah ATM. Dalam angkot itu tidak banyak penumpangnya, di seberang saya duduk seorang perempuan, lebih muda dari saya. Dia tahu saya baru mengambil uang dari ATM, dia lalu tanya saya, ‘apakah kalau mau terima uang dari luar negeri harus punya tabungan di bank, bank apa saja yang bisa menerima kiriman uang dari negara lain’.

Itu awal pembicaraan dari perempuan muda di seberang saya yang membuka komunikasi antara saya dengan dia sepanjang perjalanan dengan angkot kembali ke lokasi proyek.

Ceritanya perempuan itu berencana menerima uang dari bekas majikannya untuk membeli tiket pesawat kembali bekerja di Arab. Sayapun jelaskan panjang lebar berbagai cara pengiriman uang yang memungkinkan untuk dia. Sebenarnya bukan masalah kirim-mengirim uangnya yang menjadi perhatian bagi saya, tapi latar belakang cerita kehidupannyalah yang menarik perhatian saya waktu itu, yang menjadi penyebab kenapa dia tanya-tanya soal kirim uang dari luar negeri.

Perempuan muda itu baru beberapa bulan kembali ke kampung halamannya, dia pulang dari Arab Saudi, bekerja sebagai TKW di sebuah keluarga orang Arab. Dia baru saja menyelesaikan kontraknya bekerja selama 2 tahun di sana. Saya tanya bagaimana majikan dia, karena saya dengar banyak pembantu rumah tangga diperlakukan tidak baik. Dia bilang dia baik-baik saja disana, dan sangat bersyukur punya majikan yang memperlakukan dia dengan sangat baik. Justru kehidupannya setelah pulang kampung yang kurang baik.

Kembali ke kampung halaman dia harus bercerai dengan suaminya. Ditinggal bekerja 2 tahun di negeri orang suaminya melupakan sumpah pernikahan mereka. Bukan cuma itu saja, uang hasil jerih payah kerjanya selama di Arab yang dikirimkan melalui agen penyalur tenaga kerja kepada suaminya yang rencananya untuk memperbaiki rumah mereka ternyata digunakan suaminya untuk kawin lagi.

Rumah tidak diperbaiki sementara perkawinannya juga hancur. Karena kecewa dengan keadaan tersebut maka dia berniat untuk kembali bekerja di Arab, selain itu karena dia tidak punya uang lagi, semua sudah dihabiskan oleh suami dan madunya. Tapi untuk keberangkatannya yang kedua kali ini dia tidak ingin menggunakan jasa agen karena menurut ceritanya sebagian besar gajinya dipotong untuk agen juga dia tidak mau uang gajinya jatuh ke tangan suaminya.

Advertisements

Author: hennybrunner

Dulu kala saya pernah sempat bercita-cita menjadi guru, mungkin sekarang saya tidak menjadi guru di sekolah tapi menjadi guru dalam kehidupan. Kalau dibaca semua, kebanyakan dari artikel-artikel yang saya tulis dalam site ini berkesan menggurui, maka anggaplah saja saya ini memang guru, Guru Kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s