Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

Membuka wawasan

Leave a comment

Masyarakat, kehidupan manusia, selalu berubah dari waktu kewaktu, itu harus kita pahami. Tetapi terkadang saat kita membuat sebuah perubahan kita selalu dihadapkan pada nilai-nilai yg sudah ada. Sering orang mencibir dengan mengatakan bahwa sebuah perbuatan dinilai sebagai tidak mencerminkan budaya bangsa dan sebagainya. Sementara yang dikatakan budaya itu sendiri hanyalah berupa hal-hal yang selalu terjadi berulang-ulang di masa tertentu. Budaya-pun akan berubah dari waktu ke waktu.

Saya paling tidak sependapat dengan orang-orang yang suka men-judment orang lain dengan kata-kata, “…tidak pantas dilakukan…. tidak mencerminkan budaya bangsa… “. Saya sangat menghargai mereka yang melihat sesuatu hal yang tidak biasa sebagai sebuah perbedaan yang harus diterima. Karena bisa saja orang melakukan sesuatu yang tidak biasa itu sedang melakukan sebuah bentuk perubahan yang diinginkan orang tersebut.

Jika kita merasa sebuah perbuatan tidak baik tentunya janganlah diikuti tapi kalau memang baik boleh saja diikuti. Ketika kita mengikuti sebuah bentuk perbuatan maka jadilah apa yang namanya budaya terbentuk karena hal tersebut terjadi berulang-ulang dan dilakukan oleh banyak orang. Termasuk korupsi di Indonesia, diikuti, dilakukan berulang-ulang dan oleh banyak orang maka jadilah budaya ‘korupsi’.

Ketika para Obama-mania atau saya lebih suka menyebutnya sebagai Obama-followers terutama dikalangan politisi Indonesia ikut-ikutan meneriakkan kata-kata “perubahan”, tapi sebenarnya mereka tidak benar-benar memahami makna dari kata “perubahan” itu.

Bangsa kita memang berbeda dengan bangsa lain. Budaya kita memang berbeda dengan budaya bangsa lain. Banyak dari kita yang beranggapan budaya Timur itu lebih baik dari budaya Barat. Tidak juga. Contohnya ya korupsi itu. Budaya Barat tidak ada budaya korupsi, sementara di Timur (kecuali Timur jauh, Jepang dan Korea), korupsi adalah budaya.

Maka tidak perlu pengkotak-kotakan budaya, seperti Barat dan Timur, atau beranggapan adanya Westernisasi dan Arabisasi, dan menganggap satunya lebih baik dari yang lain. Sementara orang Arab juga belajar dari Barat. Kalau sebuah perbuatan memang baik dan layak ditiru maka biarkanlah berlangsung perubahan terjadi. Jika terjadi ada perbedaan kebiasaan selama hal itu tidak mengganggu ya biarkan saja. Memaklumi perbedaan berarti kita telah menambah wawasan kita dan ketika kita membuka diri untuk melakukan hal yang sama maka kita telah membuka wawasan kita.

Advertisements

Author: hennybrunner

Dulu kala saya pernah sempat bercita-cita menjadi guru, mungkin sekarang saya tidak menjadi guru di sekolah tapi menjadi guru dalam kehidupan. Kalau dibaca semua, kebanyakan dari artikel-artikel yang saya tulis dalam site ini berkesan menggurui, maka anggaplah saja saya ini memang guru, Guru Kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s