Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

EMOSIONAL (Indonesiaku, part 2)

Leave a comment

Kita lihat dalam aksi-aksi demonstrasi selalu saja berakhir ricuh. Ketika rakyat menyampaikan keluh kesah serta ketidak puasan, saat berhadapan dengan aparat dan pejabat, rakyat tidak percaya diri. Merasa tidak didengar, merasa tidak ditanggapi maka mulailah melakukan tindakan anarkis. Merusak apa saja termasuk fasilitas publik. Kantor kelurahan, kantor Kecamatan, kantor KPK dan lain sebagainya, bahkan terkadang puskesmas dan rumah sakit, yang seharusnya dijaga karena milik publik, dibiayai dengan anggaran masyarakat, pun tidak dipedulikan, tetap saja dirusak. Apalagi barang dan properti swasta atau milik pribadi orang lain. Ketika kalah berdebat terus memukul lawan bicaranya, contohnya George Junus Adi Chandra ketika berdebat dengan Ramadhan Pohan. Dan ketika tidak mendapatkan kesempatan mengemukakan pendapat, keluar kata kotor yang tidak pantas, tidak peduli itu perdebatan di dalam sebuah acara sidang petinggi-petinggi negara. Bayangkan kalau pejabat tersebut harus berhadapan dan berdebat dengan petinggi negara lain misalnya saja Malaysia yang bahasanya serumpun dan nyaris sama. Pantaskah? Pejabat publik, petinggi, pemuka masyarakat, publik figure, seharusnya bicara dengan bahasa yang santun, didalam per-adaban di Jawa dan Bali pada masa lalu, raja, pemimpin rakyat, orang-orang petinggi menggunakan bahasa yang sangat halus, dalam Bahasa Jawa bahasa yang tinggi kastanya ini disebut sebagai Kromo Inggil. Tindak anarkhis, bicara yang kurang santun semua itu terjadi karena emosi yang tidak terkendali, jiwa yang kurang matang. Jagalah emosi. Jagalah budi pekerti dan budi bahasa. Kalau emosi tidak bisa lagi dikendalikan dengan dengan menampilkan sikap dan tutur kata santun mengeluarkan air mata masih jauh lebih beradab.

Advertisements

Author: hennybrunner

Dulu kala saya pernah sempat bercita-cita menjadi guru, mungkin sekarang saya tidak menjadi guru di sekolah tapi menjadi guru dalam kehidupan. Kalau dibaca semua, kebanyakan dari artikel-artikel yang saya tulis dalam site ini berkesan menggurui, maka anggaplah saja saya ini memang guru, Guru Kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s