Guru Kehidupan

Marilah kita berpikir untuk menjadi lebih baik

Ignorance dan antisocial.

Leave a comment

Siapa bilang orang Indonesia itu murah senyum dan ramah tamah. Masih percaya dengan pernyataan itu? Aku rasa itu hanyalah brain washing yang tertulis dalam materi pelajaran PMP. Mungkin kamu balas menjawab : Ah, orang asing turis manca negara juga bilang kalau bangsa Indonesia itu bangsa yang ramah tamah dan murah senyum.

Apa iya? Coba aja lihat kalau ada orang Indonesia ketemu orang asing yang tidak bisa Bahasa Indonesia sering kali jika terjadi kendala bahasa orang Indonesianya bibirnya akan melebar dari pipi kiri hingga pipi kanan karena nggak paham dan dalam hati mentertawakan kok bule ini nyerocos terus padahal kita nggak paham.

Percayalah, orang Eropa itu mereka itu dididik untuk belajar bicara dengan bahasa yang santun mereka tahu kelakuan kita itu Cuma tidak tega aja mengatakannya maka dibilanglah kita itu murah senyum.

Kenyataan yang ada sebenarnya orang Indonesia itu sifatnya ignorance dan antisocial. Mungkin kamu akan bilang aku orang yang skeptisme atau bahkan menganggap aku orang yang suka menjelek-jelekkan bangsa sendiri.

Mau contoh? Lihatlah toilet-toilet yang ada ditempat umum atau mungkin yang dekat saja yang ada di perkantoran. Entah karena kebiasaan kalau kebelakang harus ngongkong alias jongkok dengan toilet model Turki maka waktu ketemu toilet model Italy/Romawi yang model duduk tetap aja jongkok. Atau menganggap ah ini toilet umum pasti jorok nggak bersih dudukannya. Tapi apa akibatnya dengan satu orang jongkok diatas toilet duduk itu? Pasti dudukan toilet jadi kotor karena nongkrong diatasnya berikut dengan sandal atau sepatunya. Inilah salah satu sifat antisocial. Yang penting AKU peduli amat dengan orang lain yang akan memakai toilet itu sesudahnya. Satu orang nongkrong maka diikuti oleh yang lain-lain selama belum dibersihkan oleh petugas maintenance.

Seringkali ada orang yang mengatakan : Peraturan itu ada untuk dilanggar. Seperti halnya larangan merokok ditempat-tempat umum yang diterapkan di Jakarta. Nyatanya belum bisa berjalan sepenuhnya. Masih banyak orang yang merokok seenaknya di tempat yang tidak boleh merokok. Selama tidak ada yang menegur cuek aja. Cuek adalah salah satu dari sifat ignorance, menganggap sebuah aturan dan himbauan itu tidak ada. Dan bukan Cuma larangan merokok saja yang di IGNORE masih banyak yang lain.

Ada lagi contoh lain sifat-sifat antisocial dari orang Indonesia: Suatu hari ada tanah longsor disuatu daerah dipinggiran kota yang jauh dari mana-mana. Akibat longsoran tanah tersebut maka jalur jalan yang vital tertimbun tanah sehingga susah dilalui bahkan memutuskan jalur transportasi. Masyarakat sekitar dengan alasan sudah bekerja keras membersihkan timbunan tanah memalak setiap kendaraan yang lewat. Alasannya sebagai timbal balik. Sifat social bukan selalu dengan cara membagi-bagikan uang kecil kepada fakir miskin. Tapi bisa juga dengan amal alias perbuatan yang lain.

Kalau kamu memudahkan jalan orang lain maka jalanmu juga akan dimudahkan. Singkirkanlah paku ditengah jalan jangan sampai ada orang yang tidak melihat terluka karena kakinya tertancap paku tersebut. Jangan meminta imbalan karena telah menyingkirkan paku tersebut, ini adalah satu perbuatan sosial = amal jariah.

Advertisements

Author: hennybrunner

Dulu kala saya pernah sempat bercita-cita menjadi guru, mungkin sekarang saya tidak menjadi guru di sekolah tapi menjadi guru dalam kehidupan. Kalau dibaca semua, kebanyakan dari artikel-artikel yang saya tulis dalam site ini berkesan menggurui, maka anggaplah saja saya ini memang guru, Guru Kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s